Trader Pro Lebih Suka Hari Selasa Hingga Kamis. Ini Penyebabnya

0
379

Umumnya investor/trader forex profesional lebih menyukai mencari peluang entri posisi pada perdagangan di hari Selasa, Rabu dan Kamis, dan menghindari posisi entri dengan volume/size lot transaksi yang besar di hari Senin dan Jumat

Berikut di bawah ini adalah alasannya:

Senin

Di awal pekan, investor/retail trader dan lembaga finansial/bank menyusun kembali strategi perdagangan jangka pendek hingga menengah untuk 4 hari ke depan. Volume transaksi umumnya tidak besar dengan harga yang bergerak kurang dinamis.

Jika terjadi “gap” di awal pekan, umumnya hal tersebut dilatarbelakangi faktor fundamental yang direspon dengan cepat di awal perdagangan market  Asia.

Namun ini pun masih dengan volume perdagangan yang tidak besar, itu sebabnya lonjakan gap umumnya terhenti dalam beberapa candle H1 dimana harga kemudian bergerak sideways dengan range terbatas untuk menunggu reaksi di market Eropa dan AS.

Selasa

Pertukaran informasi antar bank dan antar investor terjadi untuk mengatisipasi data-data fundamental berikutnya. Volume transaksi mulai meningkat dan pergerakan harga semakin dinamis.

Investor yang memiliki akses informasi yang cepat (berlangganan informasi Bloomberg, atau perusahaan/lembaga sejenis yang menawarkan berbagai info, termasuk rumors/market talks) biasanya sudah mulai mengimplementasi strategi perdagangan.

Konsensus market mulai terbentuk, tapi jika dalam 1 pekan ada banyak data penting yang akan dirilis, investor masih akan tetap berhati-hati.

Rabu

Jika tidak sedang berhadapan dengan notulen FOMC atau data ekonomi penting lainnya, konsensus/sentimen market umumnya mulai terbentuk yang berpotensi menentukan arah pergerakan harga, terutama untuk perdagangan dalam jangka pendek.

Kamis

Sentimen market terbentuk dan pergerakan harga mendekati level maksimum, dimana sebagian besar investor masih mencoba untuk bergabung.

Jumat

Investor, termasuk lembaga finansial/bank, melepas sebagian atau seluruh posisi untuk mengambil untung (profit taking) sebelum penutupan perdagangan di akhir pekan.

Volume transaksi kembali mengecil, sementara investor tetap akan memonitor data-data penting yang dirilis pada hari ini yang biasanya akan ikut mempengaruhi strategi perdagangan jangka pendek/menengah/panjang di pekan berikutnya, misalnya data NFP atau data yang berkaitan erat dengan inflasi (CPI, PPI, Retail Sales, dll).

Sumber: berita-fx.com

Facebook: https://www.facebook.com/kharisma.wicaksana.1