Serba-Serbi Grafik

0
392

Serba Serbi Grafik Forex

 

Di dalam dunia Trading Forex, dikenal 3 (tiga) jenis/bentuk yang paling populer dari Grafik Forex, yaitu:

  1. Line Chart
  2. Bar Chart
  3. Candlestick Chart

Pada ulasan dibawah ini, kita akan belajar untuk mengenal masing-masing jenis/bentuk dari grafik forex tersebut.

 

Line Chart

Grafik Line Chart adalah sebuah garis sederhana yang digambar dengan cara menghubungkan harga close (penutupan) ke harga close berikutnya. Ketika garis itu dirangkai bersama, maka akan tampil sebuah grafik garis yang menunjukkan perjalanan pergerakan harga forex dari waktu ke waktu dalam suatu periode tertentu. Dibawah ini adalah contoh tampilan Line Chart :

line_2

 

Bar Chart

Bar Chart adalah tampilan grafik yang agak sedikit lebih rumit jika dibandingkan dengan Line Chart, karena di dalam Bar Chart ditampilkan Harga Open (pembukaan), Harga Close (penutupan), Harga High (tertinggi), dan Harga Low (terendah). Berikut contoh tampilan Bar Chart:

bar_1

Dalam contoh gambar tampilan Bar Chart diatas, dapat kita lihat bahwa Bar Chart itu selalu terdiri dari 4 bagian, yaitu:
– Ujung atas =  harga tertinggi yang dicapai dalam 1 periode (High)
– Ujung bawah = harga terendah yang dicapai dalam 1 periode (Low)
– Garis strip kiri = harga pembukaan pada 1 periode (Open)
– Garis strip kanan = harga penutupan pada 1 periode (Close)
sedangkan Garis Vertikal (badan dari Bar Chart) itu sendiri menunjukkan rentang harga hasil aktivitas perdagangan mata uang tersebut dalam satu periode waktu tertentu. (perjalanan harga)

bar

Bar Chart ini juga sering disebut sebagai OHLC Chart, karena dia selalu menunjukkan Harga Open, High, Low, dan Close dari suatu pair dalam suatu rentang waktu tertentu. Jadi 1 bar dalam Grafik Forex Time-frame 1 menitan, mewakili 1 menit pergerakan harga forex. Demikian juga jika 1 bar dalam Time-frame 1 jam-an, berarti mewakili pergerakan harga forex selama 1 jam.

 

Candlestick Chart

Grafik Candlestick menunjukkan informasi harga OHLC yang sama dengan Bar Chart, hanya saja Candlestick Chart memiliki tampilan yang lebih menarik sehingga mempermudah trader forex untuk mengetahui apakah harga forex sedang turun atau naik, hanya dengan sekilas melihat saja.
Berikut contoh tampilan Candlestick Chart:

Di dalam Grafik Candlestick, tubuh/body dari Candlestick itu sendiri menunjukkan rentang harga antara Harga Open dan Harga Close. Pada umumnya, jika body Candlestick itu berisi/berwarna maka itu mengindikasikan pergerakan harga sedang turun dan jika body Candlestick itu kosong/tidak berwarna, maka itu mengindikasikan harga sedang naik.
Supaya mempermudah pembacaan dan mempercepat proses analisa, maka di dalam dunia Trading Forex disepakati bahwa untuk Candlestick Harga Naik itu diwarnai Hijau, sedangkan untuk Candlestick Harga Turun itu diwarnai Merah. Dan berikut adalah bagian-bagian dari Candlestick:

kindergarten-colored-candlestick

Mayoritas para Trader Forex di seluruh dunia itu selalu memakai Candlestick Chart untuk tampilan grafik forexnya karena selain lebih sedap dipandang mata dan lebih cepat memberi tahu naik/turun-nya harga hanya dengan dilihat sekilas saja, ternyata Candlestick Chart ini memiliki beberapa pola-pola Formasi/susunan tertentu yang bisa memberi tahu kemana arah pergerakan harga selanjutnya. Formasi ini sering disebut dengan istilah Candlestick Pattern atau Pola Candlestick.
Bukankah kunci keberhasilan dalam suatu perdagangan itu jika anda tau lebih dulu kemana kira-kira harga akan bergerak? akan naik ataukah malah turun?
Nah, pelajaran lebih mendalam mengenai hal-hal tersebut akan anda dapatkan pada materi di kelas-kelas berikutnya. Oleh karena itu, simak terus update-update terbaru di Sekolah Forex Proinsta ini, agar anda tidak ketinggalan berbagai pelajaran berharga mengenai Trading Forex.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here