Serba Serbi Broker Forex

0
215

Serba Serbi Broker Forex

Jenis Broker Forex:
Dealing Desk, Non Dealing Desk dan Hybrid

graduation-brokers

Langkah pertama dalam memilih broker adalah mencari tahu apa pilihan Anda. Ibaratnya Anda masuk ke sebuah restoran yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya, kan tidak mungkin anda langsung paham mau pesan makanan atau minuman apa? Kecuali jika memang restoran tersebut sudah sering atau pernah anda kunjungi sebelumnya, sehingga anda pasti masih ingat menu makanan & minuman di dalam restoran itu.

Broker Forex terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Dealing Desk (DD)
  2.  Non Dealing Desk (NDD)
  3. Hybrid.

Broker Dealing Desk juga disebut Market Makers, sementara Broker Non Dealing Desk dapat dibagi lagi menjadi:

  • Straight Through Processing (STP)
  • Electronic Communication Network + Straight Through Processing
    (ECN + STP).

Dan untuk Broker jenis Hybrid adalah Broker yang memiliki sistem gabungan dari Market Makers + ECN + STP

 

Broker Dealing Desk (DD)

Broker Forex yang beroperasi menggunakan sistem Dealing Desk (DD) itu mencari keuntungan dari SPREAD (selisih kurs Jual-Beli) dan menyediakan likuiditas untuk klien mereka. Inilah sebabnya mereka juga sering disebut “broker pembuat pasar/ market maker”. Broker Dealing Desk secara harafiah menciptakan pasar untuk klien mereka, yang berarti mereka sering melawan transaksi dari perdagangan klien. Meskipun Anda berpikir bahwa mungkin ada konflik kepentingan, sebenarnya tidak ada. Broker Pembuat Pasar akan membeli posisi Jual anda dan akan menjual posisi Beli anda.

Karena Broker Pembuat Pasar mengontrol likuidasi harga yang dipesan dalam Order Transaksi para klien, maka otomatis hal itu meminimalisir resiko bagi Broker DD untuk menetapkan Fix-Spread (Spread tetap). Meskipun agak terkesan “manipulatif”, tetapi kita tidak perlu khawatir terhadap hal ini karena ketatnya persaingan antar broker di Pasar Forex dan juga Regulasi dari Badan-Badan Pengawas Perdagangan Forex membuat Broker Pembuat Pasar tidak mampu mengambil selisih harga terlampau jauh dari harga sebenarnya di Interbank atau di Pasar Forex.

Contoh:
Katakanlah Anda melakukan order BUY pada EUR/USD untuk 100.000 unit melalui Broker Dealing Desk anda. Untuk mengisi order Anda, broker Anda akan mencoba untuk menemukan order sell yang cocok dari klien lain atau mengoper order transaksi perdagangan anda tersebut ke penyedia likuiditas, yaitu badan yang cukup besar yang selalu siap membeli atau menjual aset/kontrak keuangan apapun. Bisa ke Broker Forex lain, Bank komersial ataupun Bank Sentral.

Dengan melakukan ini, mereka meminimalkan risiko, karena mereka mendaapat untung dari spread tanpa harus mengambil sisi berlawanan dari perdagangan Anda. Namun, dalam kondisi tidak ada order yang cocok atau likuidator sedang tutup/libur, maka Broker Dealing Desk ini terpaksa harus mengambil sisi berlawanan alias menjadi Likuidator dari perdagangan Anda. Perhatikan bahwa broker yang berbeda memiliki kebijakan manajemen risiko yang berbeda pula, jadi sebaiknya anda pelajari baik-baik dari awal tentang Perjanjian, Syarat & Ketentuan dari broker forex anda masing-masing agar aktivitas Trading Forex anda nyaman dan tidak ada ganjalan di kemudian hari.

 

Broker Non Dealing Desk (NDD)

Seperti namanya, Broker Non Dealing Desk (NDD)  tidak memproses Order Transaksi klien mereka melalui meja Dealing. Ini berarti bahwa mereka tidak mengambil sisi lain dari perdagangan klien mereka karena mereka murni hanya bertindak sebagai penghubung antara pihak pedagang/Trader dengan Pasar Forex (murni makelar)
Broker NDD ibarat pembangun jembatan: mereka membangun struktur penghubung melalui medan yang sukar dilalui untuk menghubungkan dua wilayah. Broker NDD mencari untung atau kompensasi jasa mereka dengan cara sedikit mark-up (menaikkan) Spread, Komisi, Swap (biaya inap) atau kadang sedikit mengubah tampilan nilai pada Kurs Jual (Bid) untuk beberapa pair (pasangan mata uang) yang kurang populer/laku.
Karena Broker NDD ini tidak memiliki Dealing Desk, otomatis Broker NDD ini tidak punya kemampuan untuk mengambil sisi berlawanan alias menjadi Likuidator dari order transaksi perdagangan anda. Dampaknya adalah seringkali saat Likuidator sedang tutup/libur atau saat Pasar Forex terlalu ramai (overload) untuk melayani Order Transaksi anda, maka Broker NDD ini akan freeze(tiba-tiba tutup untuk beberapa menit) hingga kondisi Pasar Forex sudah normal kembali.

 

Broker STP

Beberapa broker mengklaim bahwa mereka adalah broker ECN sejati, tetapi dalam kenyataannya, mereka hanya sekedar memiliki sistem Straight Through Processing (STP) saja, dan bukan sistem ECN.

Forex broker yang memiliki rute sistem STP akan secara langsung meneruskan perintah order transaksi klien mereka langsung ke penyedia likuiditas yang memiliki banyak akses ke pasar antar bank. Broker STP biasanya memiliki banyak penyedia likuiditas, dengan masing-masing Likuidator itu menawarkan harga dan volume likuidasi yang berbeda-beda.
Untuk mengimbangi/menjembatani masalah tersebut, maka Broker STP akan menambahkan “mark-up” kecil pada Spread. Jika kebijakan mereka adalah menambahkan mark-up 1 pips, maka anda akan melihat pada platform trading anda bahwa Spread yang fluktuatif di Broker Forex anda tidak akan pernah kurang dari 1 pips (spread minimal 1 pips, dan maksimal spread sesuai kondisi Pasar Forex).

Tawaran harga dan volume likuidasi yang berbeda-beda dari beberapa Likuidator itulah alasan mengapa sebagian besar  broker jenis STP memiliki spread fluktuatif. Jika spread dari penyedia likuiditas mereka melebar, mereka tidak punya pilihan selain untuk melebarkan Spread mereka juga.

 

Broker ECN

Broker ECN (Electronic Communication Network) jika diterjemahkan berarti Jaringan Komunikasi Elektronik. Broker jenis ECN ini beroperasi dengan cara menghubungkan para klien trader mereka kedalam Jaringan Komunikasi Elektronik di dalam Pasar Forex, sehingga para klien mereka bisa berinteraksi secara langsung dengan para peserta lain di dalam Jaringan tersebut.

Peserta di dalam ECN bisa berupa bank, pedagang eceran, lembaga-lembaga keuangan, dan bahkan Broker-broker lainnya. Pada intinya, peserta dalam ECN saling melakukan transaksi perdagangan terhadap satu sama lain dengan menawarkan tawaran terbaik mereka dan saling meminta harga terbaik antara satu sama lain.

Broker ECN juga memungkinkan klien mereka untuk melihat “Depth of Market”. Sistem Depth of Market (Tingkat Kedalaman Pasar) adalah suatu sistem di mana para pedagang/trader dapat memonitor atau melakukan transaksi jual beli langsung dengan pelaku pasar lainnya. Sistem ini hanya bisa diakses oleh Broker Forex yang sudah menjadi anggota/peserta jaringan ECN di dalam Pasar Forex. Karena jaringan ECN sangat susah di “mark-up”, maka biasanya Broker ECN meminta kompensasi/ongkos jasa dari para klien-nya berupa potongan komisi yang bernilai kecil yang dibebankan kepada klien mereka pada setiap kali transaksinya.

 

Broker Hybrid

Sesuai namanya Hybrid, yang bermakna: campuran atau gabungan, cara kerja dari Broker jenis Hybrid ini adalah gabungan dari cara kerja Broker Market Maker (Pembuat Pasar), Broker STP, dan Broker ECN.
Biasanya Broker Hybrid ini memiliki kekuatan finansial (modal) yang lebih besar jika dibandingkan dengan Broker-Broker jenis lain, karena selain mereka harus berpartisipasi sekaligus bersaing dalam jaringan ECN secara STP, Broker Hybrid ini juga harus siap menjadi Likuidator (menalangi likuidasi para klien mereka) disaat jaringan ECN sibuk atau tingkat Likuidasi di dalam Pasar Forex melemah. Untuk kompensasi/ongkos jasanya, tentu saja jauh lebih kecil daripada Broker DD ataupun Broker NDD, karena Broker Hybrid bisa saling menutupi kekurangan/kelemahan dari 2 sistem tersebut (Dealing Desk dan Non Dealing Desk).

broker-hybrid
broker-hybrid

Demikianlah sedikit uraian singkat mengenai serba-serbi Broker, atau lebih tepatnya aneka jenis/tipe Broker. Sekarang setelah anda paham tentang macam-macam jenis Broker, pilihan ada di tangan anda. Broker jenis apa yang paling sesuai dengan anda, Broker DD, Broker NDD, atau Broker Hybrid.
Kami secara pribadi menganjurkan Broker Hybrid sebagai mitra trading forex anda, dan salah satu Perwakilan dari Broker Hybrid tersebut kini sudah hadir di Indonesia untuk menjamin kecepatan, kenyamanan dan keamanan aktivitas trading forex para trader Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here