Sejarah Candlestick Chart

0
363

Asal-usul/Sejarah Candlestick

 

Pada tahun 1710, di Jepang yang sedang dibawah kekuasaan dinasti Tokugawa, perdagangan beras menjadi sangat populer. Pada saat itu dikenal perdagangan beras melalui Kupon. Siapapun yang memegang Kupon Beras, dapat meng-klaim kiriman beras puluhan karung di masa yang akan datang. Saking populernya kupon beras tersebut, sehingga bisa dikatakan bahwa kupon beras menjadi salah satu harta/aset yang hampir sama berharganya dengan emas.

rice tokugawa

Karena itulah masyarakat jepang pada kala itu sangat menggemari perdagangan (jual-beli) Kupon Beras ini layaknya sedang jual beli emas. Pada saat itu kota Osaka menjadi pusat perdagangan Kupon Beras ini, semua aktivitas perdagangan kupon beras diselenggarakan dalam satu atap yaitu di gedung Dojima Rice Market yang dikelola oleh pejabat pemerintahan Tokugawa. Harga kupon beras di Dojima Rice Market selalu berbeda dengan harga Kupon Beras yang beredar di masyarakat jepang, karena banyaknya makelar (broker) yang saling berebut mencari untung dengan cara me”mark-up” (menambah-nambahi sendiri) harga Kupon Beras tersebut.

dojima-rice-market
dojima-rice-market

Peluang bisnis Kupon Beras yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Munehisa “Sokyu” Homma, seorang pedagang beras keliling yang berasal dari kota Sakata, Jepang. Dia berhasil membuat jaringan “mata-mata pasar” berkekuatan 100 orang yang tersebar sepanjang 600 km antara Osaka dan Sakata, dimana jaringan ini dikhususkan sebagai media informasi internal untuk memantau perubahan harga Kupon Beras, dan aneka hal termasuk kebijakan pemerintah, sentimen pasar, dan aneka faktor-faktor yang berkaitan dengan harga Kupon Beras. Dalam waktu singkat, Sokyu Homma telah berubah dari pedagang beras keliling menjadi “Raja kecil”-nya Kupon Beras.

trading kupon beras
trading kupon beras

Pada tahun 1755, Homma menulis buku San-en Kinsen Hiroku (The Fountain of Gold – The Three Monkey Record of Money) yang menjadi buku pertama di dunia tentang Psikologis Pasar. Dalam buku ini dia mengajarkan bahwa:

  1. Psikologis pedagang/trader adalah aspek terpenting menuju kesuksesan dalam perdagangan (trading).
  2. Emosi trader/pedagang itu berdampak signifikan terhadap perubahan harga
  3. Trader yang mampu mengenali emosi dan psikologis pasar, maka dia mampu melawan/mengendalikan pasar.

Ajaran Homma yang paling terkenal adalah: “saat semuanya menjual, maka disitulah akan ada penyebab harga menjadi naik, dan begitu pula sebaliknya”. Dia menggambarkan tentang rotasi/perputaran/siklus Yin-Yang dalam trading. Dimana Yin (harga turun) adalah turunan dari Yang (harga naik) dan demikian pula sebaliknya, selalu berputar dalam suatu siklus yang berkesinambungan. Homma juga mengajarkan cara menggunakan cuaca dan volume untuk beradaptasi dengan kondisi Pasar, sehingga akan didapat posisi perdagangan yang terbaik.

candlestick Homma
candlestick Homma

Selain itu, Sokyu Homma juga menulis 2 buku lainnya. 1 buku berisi cerita tentang kisah perjalanan hidupnya menuju sukses dan 1 buku lainnya berisi penjabaran lengkap dari sistem trading Candlestick, Yin-Yang, Psikologis Pasar yang beliau rangkum menjadi satu sistem bernama Sakata Strategy. Judul kedua buku itu adalah:
Sakata Senjyutsu Syokai  dan  Homma Sokyu Soba Zanmai Den.
Karena kehebatan sepak terjang Sokyu Homma dalam hal Trading/ perdagangan Kupon Beras tersebut, ditambah lagi dengan ajaran-ajaran beliau dalam Sakata Strategy yang menyebabkan banyak pedagang-pedagang Jepang pada era itu ikut mendulang kesuksesan, maka Sokyu Homma diberi gelar Dewa Trading era Tokugawa.

Sistem Sakata Strategy ini dipelajari oleh Steve Nison, lalu pada tahun 1989 beliau mengadaptasikan-nya ke dunia perdagangan modern dan diperkenalkan ke Pasar Forex masa kini, khususnya kepada dunia Barat, lewat buku yang ditulisnya: Japanese Candlestick Charting Techniques.
Saat ini, sistem Candlestick Chart menjadi salah satu aspek paling vital dalam Analisa Teknikal Pergerakan Harga, baik itu di Forex, saham, komoditas, dll.

penemu-candlestick

Demikianlah sekilas ulasan mengenai sejarah/asal-usul Candlestick Chart. Dari sini kita jadi tahu bahwa menurut Munehisa Homma, Pergerakan Harga itu sejatinya adalah sebuah Siklus Yang Berkesinambungan.
Oleh karena itu, marilah kita tanamkan bersama konsep dasar tersebut sebagai fondasi awal yang benar dalam aktivitas Trading Forex kita.
Pembahasan lebih mendalam mengenai bentuk-bentuk penting serta formasi dan perhitungan Candlestick, akan kita pelajari pada materi yang berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here