Prosedur Jual dan Prosedur Beli dalam Forex

0
221

Prosedur Jual dan Prosedur Beli dalam Forex

Setelah kita tahu dari pembahasan sebelumnya mengenai Prosedur/Mekanisme Transaksi Perdagangan dalam Pasar Forex, maka pada kesempatan kali ini kita akan mencoba membahasnya lagi secara lebih mendalam agar kita lebih paham lagi.

Dalam contoh berikut, kita akan menggunakan contoh analisis fundamental untuk membantu kita memutuskan apakah kita akan membeli atau menjual suatu pasangan mata uang tertentu. Materi lebih detail mengenai analisis fundamental ini akan kita pelajari nanti di kelas-kelas berikutnya. Untuk kali ini analisis fundamental yang kita pakai hanyalah perumpamaan saja, sebagai pelengkap contoh-contoh soal dibawah ini.

Contoh 1:  EUR/USD
Sesuai bahasan sebelumnya tentang Base dan Quotes, maka dalam contoh soal ini kita bisa sebut EUR = Base, dan USD = Quotes.
Jadi dalam aktivitas transaksi perdagangan EUR/USD yang akan kita lakukan nanti, yang menjadi dasar (base) nya adalah 1 (satu) Euro, yang hendak kita tukarkan dengan USD.
– Jika menurut analisa fundamental anda, ekonomi AS akan terus melemah, yang buruk untuk USD, Anda akan mengeksekusi order BUY EUR/USD pada harga Kurs Beli (Ask). Dengan demikian, Anda telah membeli Euro sekaligus menjual USD secara bersamaan dengan harapan bahwa Kurs Euro akan semakin naik terhadap USD.
– Jika menurut analisa fundamental anda, ekonomi AS akan jadi lebih kuat dan Euro akan melemah terhadap USD, Anda akan mengeksekusi order SELL EUR/USD pada harga Kurs Jual (Bid). Ini berarti Anda menjual Euro sekaligus membeli USD secara bersamaan dengan harapan bahwa Kurs Euro akan semakin turun terhadap USD (Kurs USD jadi semakin naik terhadap Euro)

Contoh 2: USD/JPY
Nah, dalam contoh soal ini kita bisa sebut USD = Base, dan JPY = Quotes.
Jadi dalam aktivitas transaksi perdagangan USD/JPY yang akan kita lakukan nanti, yang menjadi dasar (base) nya adalah 1 (satu) USD, yang hendak kita tukarkan dengan JPY.
– Jika menurut analisa fundamental anda, Pemerintah Jepang akan melemahkan Yen demi menolong sektor industri ekspornya, Anda akan mengeksekusi order BUY USD/JPY pada harga Kurs Beli (Ask). Dengan demikian, Anda telah membeli USD sekaligus menjual JPY secara bersamaan dengan harapan bahwa Kurs USD akan semakin naik terhadap JPY.
– Jika menurut analisa fundamental anda, para Investor di Amerika akan beramai-ramai mengalihkan investasinya ke Jepang , Anda akan mengeksekusi order SELL USD/JPY pada harga Kurs Jual (Bid). Ini berarti Anda menjual USD sekaligus membeli JPY secara bersamaan dengan harapan bahwa Kurs USD akan semakin turun terhadap JPY (Kurs JPY jadi semakin naik terhadap USD)

MARGIN/LEVERAGE TRADING

Pada materi sebelumnya sudah kita bahas bersama bahwa dalam Trading Forex, kita tidak perlu bertransaksi menggunakan dana milyaran (FULL-MARGIN) untuk bisa mendapatkan keuntungan/profit. Karena dalam Trading Forex itu ada sebuah sistem yang mempermudah trader-trader recehan seperti kita ini untuk ikut serta dalam perdagangan di dalam Pasar Forex. Sistem tersebut adalah Leverage, yang sering disebut juga sistem Margin Trading. Agar lebih mudah dipahami, maka sistem Leverage/Margin Trading ini akan ditampilkan dalam bentuk ilustrasi seperti berikut ini:

– misalkan kita konsumen hendak membeli beras di toko/pasar, kan tidak mungkin kita bisa beli beras per butir, pihak toko/pasar pasti menjual beras tersebut dalam kemasan karung 25 kg, karung 10 kg, karung 5 kg, hingga eceran terkecil beras timbangan 2,5 ons. Nah, dalam proses distribusi beras itu sendiri dari distributor/gudang ke tiap-tiap toko/pasar itu kan lazimnya yang dipakai adalah beras kemasan karung 25 kg. Jarang sekali ada toko yang beli beras cuma 5 kg ke distributor, bukan? hehehehe….

– Ilustrasi beras diatas hampir serupa dengan Forex. Di dalam Pasar Forex itu tidak bisa kalau kita cuma mau beli 1 “lembar” forex (ibarat 1 butir beras), karena kemasan yang lazimnya dipakai di Pasar Forex itu adalah dalam satuan kontrak 100.000 unit, yang disebut
1(satu) Lot-standard (ibarat beras kemasan karung 25 kg)  dan
kontrak 10.000 unit yang disebut 1(satu) Lot-Mini
(ibarat beras kemasan karung 10 kg)

– Pihak Bank dan Broker Forex disini ibarat toko yang jualan beras.
Bank ibarat toko grosir, sedangkan Broker Forex ibarat toko kelontong.
Jika kita selaku konsumen ingin beli “beras” (kontrak forex) ke toko grosir (Bank) kan tidak mungkin bisa beli ngecer, karena toko grosir hanya melayani transaksi jual-beli beras grosiran.
Nah, yang bisa jualan “beras” (kontrak forex) secara ngecer itu adalah toko kelontong (Broker Forex). Jadi toko kelontong tersebut kulakan “beras” dari satu atau beberapa toko grosir, lalu dikemas ulang dalam beberapa kemasan eceran, beras eceran 5 kg, eceran 1 kg, dll.

– LEVERAGE / Margin Trading itu ibarat sistem pengemasan ulang beras grosiran menjadi aneka kemasan beras eceran yang dilakukan oleh toko kelontong (Broker Forex). Masing-masing Broker Forex tadi punya perhitungan/kebijakan yang berbeda-beda dalam proses mengecer produk kontrak forex-nya. Pada umumnya, kemasan kontrak forex yang banyak beredar di dalam Pasar Forex itu adalah:
– Kontrak 100.000 unit  (1 Lot standard)
– Kontrak 10.000 unit (1 Lot mini)
– Kontrak 1000 unit  (1 Lot micro)
– Kontrak 100 unit (1 Lot nano)
Selain empat kemasan diatas, masih banyak variasi produk Kontrak Forex Eceran yang berbeda-beda antara tiap-tiap Broker Forex.

Namanya produk eceran itu dimana-mana pasti harganya berbeda dengan harga grosir dan harga netto. Contoh, harga rokok jika beli 1 pack tentu jatuhnya lebih murah daripada beli ngecer 1 batang kan? atau misalnya jika kita beli telur 1 kg pasti jatuhnya lebih murah harganya daripada beli telur cuma 1 butir doang.
Nah, tinggal kita sesuaikan lagi dengan daya beli kita masing-masing, kalau uang di dompet cuma mampu beli rokok eceran 1 batang atau 1 butir telur, ya kita belanjanya ke toko kelontong. Tapi kalau dompet anda memang tebal ya silahkan saja anda belanja ke toko grosir.

Bagaimana sih sebenarnya Perhitungan/Kebijakan Broker Forex dalam menerapkan sistem Leverage/Margin Trading, alias taktik mengecer tadi?
Apa saja Kekurangan dan Kelebihan-nya bagi konsumen (trader eceran) seperti kita-kita ini?  Semua itu akan kita bahas secara lebih detail dan mendalam nanti pada materi selanjutnya…

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here