Para Pelaku Pasar di dalam Trading Forex

1
225

Setelah Anda tahu keseluruhan struktur/skema pasar forex yang sudah anda pelajari pada link ini (http://proinsta.info/sekolah-forex-apa-definisi-forex/), maka sudah saatnya kini kita menggali sedikit lebih dalam untuk mencari tahu siapa sebenarnya orang-orang yang berkecimpung di dalam struktur pasar forex tersebut. Sangat penting bagi Anda untuk memahami sifat pasar forex spot dan siapa saja pemain utama dalam pasar forex ini. Karena seperti pepatah bilang, “tak kenal maka tak sayang”.

Dulu sejak awal berdirinya pasar forex sampai akhir 1990-an, hanya “orang-orang besar” yang bisa berpartisipasi dalam perdagangan ini. Persyaratan awal adalah bahwa Anda bisa ikut berdagang (Trading Forex) hanya jika Anda memiliki sekitar minimal US$10juta sebagai modal awal. Trading forex awalnya ditujukan hanya untuk digunakan oleh bankir dan institusi besar, dan tidak boleh digunakan oleh “orang kecil” seperti kita. Namun, karena munculnya internet, broker forex online sekarang dapat menawarkan rekening perdagangan untuk pedagang “eceran” (Retail Trader) seperti kita.

Tanpa basa-basi lagi, berikut adalah pelaku pasar forex utama:

  1. Super Bank

Karena pasar spot forex bersifat desentralisasi (tidak terpusat), hal itu menjadikan Pasar Spot Forex seolah menjadi bank terbesar di dunia yang menentukan nilai tukar dari setiap mata uang di dunia. Aktivitas perdagangan mata uang yang berdasarkan kepada penawaran dan permintaan untuk mata uang, otomatis pasti melibatkan peran Perbankan dari seluruh Bank di dunia. Pada umumnya mereka inilah pihak-pihak yang menciptakan SPREAD (selisih) antara harga Jual dan harga Beli. Spread diciptakan berdasarkan kesepakatan bersama dari seluruh pihak Bank-Bank di dunia  untuk menjamin agar pihak Bank selalu diuntungkan dalam setiap transaksi perdagangan forex di Pasar Spot Forex walau apapun yang terjadi.

Bank-bank besar, yang dikenal sebagai pasar antar bank atau Inter-Bank, melakukan sejumlah besar transaksi forex setiap hari untuk para pelanggan mereka dan diri mereka sendiri. Beberapa bank-bank yang super  besar seperti UBS, Barclays Capital, Deutsche Bank, dan Citigroup setiap harinya selalu “memborong” transaksi dalam Pasar Spot Forex dengan jumlah yang sangat besar. Saking besarnya jumlah dan aktivitas transaksinya, tidak salah jika ada anggapan yang mengatakan bahwa Pasar antar bank adalah “nyawa” dari pasar valuta asing itu sendiri.

  1. Perusahaan Komersial Besar

Suatu Perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung, ternyata turut mengambil peran dalam pasar valuta asing untuk tujuan melakukan bisnis seperti ekspor/impor, ekspansi bisnis ke negara lain, kerjasama alih/transfer teknologi, dsb. Sebagai contoh misalnya, Apple harus terlebih dahulu menukar dollar AS menjadi Yen Jepang saat membeli komponen elektronik dari Jepang untuk dipasang pada produk Iphone mereka.
Karena volume transaksi perdagangan mereka jauh lebih kecil daripada transaksi perdagangan forex antar bank, jenis pelaku pasar ini biasanya berhubungan dengan Bank komersial untuk dapat melakukan transaksi mereka di dalam Pasar Forex. Merger dan akuisisi (M & A) antara perusahaan besar juga dapat membuat nilai tukar mata uang berfluktuasi. Tidak jarang juga, isu-isu atau gosip yang sensitif terkait Merger & Akuisisi antar Perusahaan Komersial Besar turut berdampak cukup signifikan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang suatu negara.

  1. Pemerintah dan Bank Sentral

Pemerintah dan Bank Sentral, seperti Bank Sentral Eropa, Bank of England, Bank of Japan, People’s Bank of China, Federal Reserve Bank, dan Bank-Bank Sentral lainnya secara teratur terlibat dalam pasar forex juga. Sama seperti perusahaan, pemerintah nasional pun turut berpartisipasi dalam pasar forex untuk membiayai operasional dalan negeri mereka, untuk pembayaran perdagangan internasional, penanganan cadangan devisa mereka, dan juga bahkan terkadang untuk “perang ekonomi” dengan negara lain.

Sementara itu, Bank Sentral mempengaruhi pasar forex ketika mereka menyesuaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Dengan melakukan ini, mereka dapat mempengaruhi secara langsung nilai mata uang pada saat itu juga. Ada juga contoh yang selama ini sering terjadi yaitu nilai tukar berfluktuasi sangat hebat dalam sekejap ketika Bank Sentral melakukan intervensi pasar (ikut campur), baik secara langsung atau secara lisan, di Pasar Forex ketika mereka ingin menyetel kembali nilai tukar mata uang tertentu.

Kadang-kadang, Pemerintah ataupun Bank Sentral beranggapan bahwa nilai mata uang mereka terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga merekapun mulai melakukan aktivitas besar-besaran dalam operasi  jual / beli di Pasar Forex untuk mengubah nilai tukar mata uang tertentu sesuai nilai tukar yang mereka harapkan.

  1. Spekulan

Pelaku pasar forex yang inilah yang paling banyak mengisi volume transaksi perdagangan dalam Pasar Forex. Menguasai hampir 90% dari seluruh volume perdagangan dalam setiap harinya. Dinamakan Spekulan karena pelaku pasar forex golongan ini datang dari segala bentuk dan ukuran. Beberapa orang memiliki kantong tebal, beberapa lagi hanya punya kantong tipis, tapi semuanya terlibat dalam forex dengan satu tujuan, yaitu mengumpulkan satu ember penuh uang tunai dalam waktu sesingkat mungkin
Spekulan ini sering disebut juga dengan istilah Retail Trader (Pedagang Eceran), dan kita-kita ini termasuk di dalam golongan tersebut.

Stop-Loss Hunter

Terlepas dari 4 (empat) golongan yang disebutkan diatas, sebenarnya masih ada 1 (satu) golongan lagi yang “tidak resmi” dan mungkin bahkan jarang diketahui oleh trader awam, tetapi berperan penting dalam dinamika di Pasar Forex. Mereka disebut golongan Stop Loss Hunter.
Yah, sesuai namanya Stop Loss Hunter, mereka beraktivitas di dalam Pasar Forex dengan tujuan memburu Order Stop Loss dari para Spekulan (retail trader) supaya mereka mendapatkan profit ataupun posisi harga yang terbaik untuk diri mereka sendiri. Golongan Stop Loss Hunter ini biasanya terdiri dari para analis2 perbankan, konsultan2  ekonomi, bankir, ahli2 statistik dan ahli2 dalam hal keuangan yang bekerja sama untuk sebisa mungkin menganalisa pola pergerakan harga dalam Pasar Forex dan memprediksi kira-kira dimana titik-titik harga dalam Pasar Forex yang banyak dijadikan sebagai area Stop Loss dari transaksi para Spekulan.

Mereka pun lalu berkoordinasi secara internal maupun eksternal untuk mengumpulkan modal yang cukup untuk “sejenak mengacaukan pasar”. Setelah tujuan mereka tercapai, maka mereka pun sesegera mungkin keluar dari pasar forex sesaat sebelum pihak Pemerintah dan Bank Sentral masuk ke Pasar Forex. Karena seperti diulas sebelumnya, Pemerintah dan Bank Sentral punya wewenang untuk melakukan intervensi pasar dengan tujuan menyetel kembali nilai tukar mata uang tertentu yang mereka anggap “rusak”.

Jadi jika diibaratkan pasar forex itu adalah sebuah tubuh, maka golongan Stop Loss Hunter adalah penyakit, dan pihak Pemerintah/Bank Sentral adalah obatnya. Penyakit bisa disembuhkan oleh obat, tapi obat baru kelihatan manfaatnya jika ada penyakit. Korelasi itulah yang jadi penyebab golongan Stop Loss Hunter ini senantiasa “dipelihara” dalam dunia Trading Forex. Itulah yang membuat dinamika dalam dunia Trading Forex ini menjadi lebih “ramai dan meriah”.

1 COMMENT

  1. […] Semua Kurs/nilai tukar mata uang itu selalu tersaji dalam dua harga, yaitu harga Kurs Jual (Bid) dan harga Kurs Beli (Ask), dimana pada umumnya harga Kurs Jual (Bid) itu selalu lebih rendah daripada harga Kurs Beli (Ask) Mengapa bisa begitu? Supaya tercipta SPREAD (selisih harga) yang menjamin bahwa pihak Perbankan akan selalu diuntungkan dalam setiap transaksi perdagangan forex/valuta asing. (Sesuai dengan materi yang dulu pernah kita bahas bersama disini) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here