Mengenal Support dan Resisten

0
335

Support dan Resisten

 

Dalam materi sebelumnya, kita sudah belajar mengenai Pivot Point.
Yakni titik awal dari sebuah pergerakan harga (trend), nah harga Forex itu sendiri bergerak berdasarkan pantulan-pantulan. Titik pantul bawah itu disebut Support, dan titik pantul atas itu disebut Resisten.
Untuk mempermudah pemahaman, akan kita gunakan perumpamaan sbb:

Ibaratkan harga itu adalah bola tenis. Pivot Point itu ibarat tangan kita yang sedang memegang bola tenis. Support itu ibarat lantai rumah, Resisten itu ibarat langit-langit rumah kita. Saat bola tenis kita jatuhkan dari tangan kita, maka bola tenis itu akan jatuh ke lantai, lalu memantul keatas kan? Semakin kuat kita banting bola tenis itu ke lantai, maka akan semakin tinggi nanti pantulan bola tenis itu. Sebaliknya jika kita lempar bola tenisnya keatas maka akan terbentur langit-langit dan akan memantul kebawah. Semakin kuat bola tenisnya dilempar keatas, maka akan semakin kuat juga memantul turunnya.

Berikut ini adalah contoh gambaran Support dan Resisten dalam Forex:

snr

contoh gambar diatas adalah jika Harga Forex bergerak dalam pola Sideways (mendatar ke samping). Jadi harga bergerak memantul teratur dengan Support sebagai batas bawah, dan Resisten sebagai batas atasnya.

Dalam kesehariannya, tak jarang Pola Pergerakan Harga Forex itu memiliki Support dan Resisten yang berlapis-lapis. Pada umumnya dalam dunia Trading Forex dikenal ada 3 lapis Support dan Resisten (S1,S2,S3, R1,R2,R3). Jika diibaratkan dengan perumpamaan bola tenis tadi, maka Support dan Resisten yang berlapis-lapis ini ibarat kita melempar bola tenis di ruangan bertangga dan beratap lapis. Jadi Support-nya bertingkat, Resisten-nya juga bertingkat.
Berikut contoh ilustrasinya:

grade1-support-resistance-basics

Nah, contoh gambar diatas itu disebut Pola Pergerakan Harga Trending (terarah, keatas atau kebawah). Jadi harga bergerak memantul teratur, tetapi dalam setiap pantulannya, harga sekaligus beranjak menuju keatas atau menuju kebawah.

 

Rumus untuk menghitung Support dan Resisten berdasarkan Pivot Points adalah sbb: (*harga High, Close, Low dari periode sebelumnya*)

  • Pivot Point = (High + Close + Low) /3
  • Resistant 1 = (2x Pivot) – Low
  • Support 1 = (2x Pivot) – High
  • Resistant 2 = Pivot + (R1 – S1)
  • Support 2 = Pivot – (R1 – S1)
  • Resistant 3 = High + 2x (Pivot – Low)
  • Support 3 = Low – 2x (High – Pivot)

Pada umumnya para trader forex harian dalam setiap harinya sebelum memulai aktivitas tradingnya, mereka selalu mengacu pada harga High, Close, dan Low dari Harga Kemarin (candlestick Daily yang kemarin).
Dari data H,L,C daily kemarin, lalu mereka rumuskan sesuai rumus diatas agar ditemukanlah titik Pivot Point, S1,S2,S3, R1,R2,R3 untuk hari ini.

Masih ingat materi Pivot Point sebelumnya kan? Jika harga bergerak diatas Pivot Point, maka arahnya kecenderungan Naik/Uptrend/Bullish.
Jika harga bergerak dibawah Pivot Point, maka arahnya kecenderungan Turun/Downtrend/Bearish.
Nah, dalam kondisi market Uptrend/Bullish maka sebaiknya anda mengambil transaksi BUY (beli) dengan target Take Profit di titik-titik Resisten.
Jika dalam Kondisi market Downtrend/Bearish, maka sebaiknya anda mengambil transaksi SELL (jual) dengan target Take Profit di titik-titik Support.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here