Mengenal Perhitungan Pivot Points

0
292

Pivot Point

 

Sebenarnya apa sih definisi dari Pivot Point itu? Jika kita browsing di Internet pasti jawaban-nya beraneka ragam dan seringkali membuat kita bingung. Karena seperti kita bahas di pelajaran-pelajaran sebelumnya, bahwa Pasar Forex itu sendiri bersifat Subyektif. Pendapat trader yang satu dengan trader yang lain pasti berbeda-beda. Nah perbedaan pendapat itulah yang mewarnai dinamika naik/turun-nya (fluktuasi) harga di dalam Pasar Forex.

Nah, jika dikaitkan dengan Analisa Teknikal Forex maka definisi Pivot Point itu sendiri adalah: “Suatu titik harga yang berpotensi/menjadi penanda titik awal dari suatu pergerakan harga
Pivot Point didapatkan dari hasil perhitungan rata-rata dari Harga Close, Harga High dan Harga Low pada periode trading sebelumnya.
Jadi rumus sederhananya:

(H+L+C periode sebelumnya) /3 = Pivot Point sekarang.

H= harga High (tinggi)
L= harga Low (rendah)
C= harga Close (penutupan)

Dalam penerapannya di dalam Trading Forex, jika harga bergerak diatas Pivot Point, maka itu dikatakan bahwa Harga sedang Naik/Uptrend/Bullish. Sebaliknya jika harga bergerak dibawah Pivot Point, maka itu disebut sebagai Harga sedang Turun/Downtrend/Bearish.
Jadi disini sudah jelas bahwa Pivot Point adalah ibarat “titik netral” dari Pergerakan Harga Forex.

Tak jarang pula Harga Forex bergerak cukup lama di kisaran Pivot Point, itu dinamakan kondisi stagnan/stabil bagi kedua negara yang terlibat dalam Pair/Pasangan mata uang tersebut. Tapi bagi Trader Forex, hal itu ibarat mimpi buruk karena Trader Forex mengharapkan profit justru dari selisih fluktuasi pergerakan harga. Semakin tinggi fluktuasi harga, semakin tinggi pula peluang tradingnya. Sebaliknya jika semakin rendah fluktuasi harga, dan cenderung stabil/stagnan, maka peluang tradingnya akan semakin menipis pula. Oleh karena itu kondisi harga yang terlalu lama bergerak hanya di sekitaran Pivot Point, oleh para Trader Forex sering dijuluki sebagai Grey-Zone, Nomad Zone, Nowhere Zone, atau Zona-Zonk, dll.

Dalam perumusan perhitungan Pivot Point, kadang ada Trader Forex yang mengikutsertakan Harga Open periode sebelumnya kedalam perhitungan:
Pivot Point = (O+H+L+C periode sebelumnya) / 4
Sebenarnya sih hasil perhitungannya tidak terpaut jauh, hanya selisih beberapa pips saja dari rumusan yang pertama tadi. Cuma perbedaannya adalah cara penerapan rumusan tadi kedalam suatu disiplin ilmu Analisa Teknikal yang dianut oleh masing-masing Trader Forex.

Dibawah ini adalah contoh gambaran Pivot Point:

contoh-pivot

Dalam materi selanjutnya, kita akan membahas Support dan Resisten, yang sebenarnya masih erat kaitannya dengan Pivot Point.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here