MEMBACA JENIS GAP & MENYIKAPINYA

0
71

Gap adalah area kosong pada chart dimana tidak terdapat aktivitas
trading. Area kosong ini terjadi karena ada perbedaan antara closing
price hari/sesi sebelumnya dan opening price pada hari/sesi saat ini.
Secara umum gap ini dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu common
gap, breakaway gap, continuation gap dan exhaustion gap.

Common gap, atau disebut juga area gap, adalah gap yang terbentuk
saat harga berada dalam area konsolidasi, seperti pada trading range
atau triangle. Common gap ini dengan cepat akan terisi kembali karena
harga bergerak naik turun di antara batas atas dan batas bawah area
konsolidasi. Common gap ini saat terjadi biasanya diikuti dengan
volume yang rendah. Dalam technical analysis, common gap ini tidak
signifikan dan tidak berarti apa-apa untuk pergerakan harga selanjutnya.

Breakaway gap ini disebut juga breakout gap karena terjadi saat harga membuat gap keluar dari area konsolidasi, seperti trading range atau triangle. Breakway gap ini memberi tanda akhir dari masa konsolidasi dan permulaan dari pergerakan harga dalam trend. Continuation
gap ini disebut running gap, runaway gap, measuring gap atau measured gap. Sesuai
dengan namanya jenis gap ini memberikan signal berlanjutnya trend. Continuation gap
terjadi saat trend sedang berjalan dan gap ini terjadi searah dengan trend.

Exhaustion gap adalah gap yang muncul saat akhir pergerakan harga atau akhir trend.
Exhaustion gap ini muncul saat harga sedang bergerak dalam trend dan membuat gap
namun harga selanjutnya tidak melanjutkan trend. Setelah exhaustion gap ini harga dapat berbalik arah atau bergerak dalam periode konsolidasi.

Pada hari munculnya gap, kita tidak selalu bisa mengetahui jenis gap apa yang sedang
terjadi. Common gap mudah diidentifikasi karena muncul dalam trading range. Breakaway gap juga dapat langsung kita identifikasi karena terjadi gap dari area konsolidasi. Namun saat continuation atau exhaustion gap terjadi, kita akan sulit untuk mengenalinya. Terkadang volume dapat membantu kita. Exhaustion gap umumnya diikuti dengan volume yang sangat tinggi. Pada continuation gap, seringkali volume terjadi peningkatan meskipun tidak setinggi pada pada exhaustion gap. Namun masalahnya pada beberapa continuation gap
terkadang disertai volume yang sangat tinggi seperti pada exhaustion gap.

Saat sedang terjadi gap kita tidak dapat memastikan apakah gap tersebut merupakan
continuation atau berubah menjadi exhaustion gap. Butuh satu atau beberapa bar untuk
mengetahui apakah gap tersebut continuation atau exhaustion gap.

Panduan berikut ini dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu gap merupakan
continuation gap atau exhaustion saat uptrend. Untuk downtrend penerapannya tinggal dibalik.

 Continuation Gap

Pada continuation gap, harga cenderung naik setelah terjadi gap up. Setelah gap ini harga
dapat turun kembali atau bergerak sideways selama beberapa waktu namun tidak
akan mengisi gap sebelum harga membuat higher peak. Gap ini baru terisi saat terjadi
koreksi yang cukup dalam atau terjadi perubahan trend.

 Exhaustion Gap

Pada exhaustion gap, harga berbalik arah menuju gap sehingga terdapat peak. Harga
tidak naik di atas peak sebelum mengisi gap. Exhaustion gap ini seringkali
diisi dengan cepat.

Berdasarkan penjelasan di atas kita tidak akan tahu jenis gap apa yang sedang terjadi. Seperti pada gambar berikut saat terjadi gap up kita tidak tahu apakah ini
merupakan continuation atau exhaustion gap. Setelah beberapa bar baru kita mengetahui kalau ini merupakan continuation gap karena harga terus bergerak naik dan tidak mengisi gap.

Jika terjadi gap up dan kita sedang memegang posisi long maka kita harus mengambil keputusan. Keputusan ini kita ambil tanpa kita mengetahui apakah gap ini
merupakan continuation atau exhaustion gap. Kita mengambil keputusan berdasarkan
durasi kita trading dan pergerakan harga yang sudah terjadi. Salah satu jalan tengah
dalam menghadapi gap ini adalah exit sebagian posisi saat terjadi gap dan tetap
memegang sebagian posisi lainnya untuk berjaga-jaga jika gap ini merupakan
continuation gap.

Berikut ini adalah beberapa skenario yang dapat kita lakukan jika kita memiliki posisi
long saat muncul gap up yang kemungkinan merupakan exhaustion gap. Untuk posisi short penerapan tinggal dibalik.

 Jika kita trading dengan durasi pendek maka pertimbangkan exit posisi long saat
terjadi gap up, terutama jika sebelum gap up ini pergerakan swing cukup kuat. Ini
dikarenakan jika gap up ini merupakan exhaustion gap maka kita dapat kehilangan sebagian besar profit kita jika harga turun. Pilihan lain adalah exit sebagian posisi dan meninggikan stop atau melakukan trailing stop.

 Jika kita trading dengan durasi yang lebih panjang maka kita dapat memilih untuk tetap memegang posisi long saat gap up terjadi. Meskipun demikian kita dapat memilih untuk exit sebagian atau seluruh posisi jika terdapat tanda-tanda trend akan berakhir. Kita dapat juga memilih exit sebagian atau seluruh posisi dan kemudian menambah posisi saat gap
terisi karena gap ini biasanya menjadi support.

 Saat terjadi gap up kita harus melihat apakah gap ini terjadi pada area resistance yang kuat. Jika gap terjadi pada area resistance yang kuat maka meningkatkan kemungkinan gap
tersebut merupakan exhaustion gap karena harga seringkali berbalik arah, meskipun kadang sementara, saat harga mencapai area resistance. Oleh sebab itu jika gap terjadi area resistance yang kuat maka kita dapat memilih exit seluruh posisi atau setidaknya sebagian posisi.