“Strategi trading sudah dia pelajari, analisa teknikal menggunakan berbagai indikator dan analisa berita sudah dipelajari dengan baik, bahkan selalu mencoba trading simulasi dan hasilnya adalah untung / profit yang sangat banyak, tapi begitu trading sungguhan malah sering mengalami rugi. Kadang-kadang ruginya juga cukup besar. Kenapa ya???”. Pikiran itulah yang selalu mengganggu Paijo. Dia pernah menjadi seorang konsultan trading futures di sebuah perusahaan pialang terbesar di Nusantara. Nama lengkapnya adalah Roberto Paijo, biasa dipanggil Joe. Usianya saat ini sekitar 30 tahun. Masih lajang. Tinggi badannya 165 cm, rambut hitam pendek jabrik, kulit sawo matang, hidung agak mancung dan wajahnya kelihatan manis namun agak terlihat sedikit mesum, apalagi kalau melihat cewek cantik berpakaian sexy. Hoby nya adalah koleksi film-film bokep, terutama download dari internet. Dia adalah salah seorang wakil pialang, yaitu seorang konsultan trading futures yang sudah lolos ujian dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Saat ini Paijo lagi nongkrong disebuah kafe di kota Surabaya tempat diselenggarakannya Kompetisi “King of Trader 2034”. Dia lagi ngobrol bersama seorang wanita cantik berkulit putih dengan rambut lurus hitam sepunggung. Wanita tersebut memakai blazer hitam dengan celana jeans warna hitam juga. Wanita itu adalah seorang ahli trading berusia 32 tahun, tapi penampilan terlihat lebih muda 10 tahun. Dan banyak orang yang mengagumi kecantikannya. Dia sering menjadi pembicara dalam acara seminar dan pelatihan trading. Dialah sang ahli dan motivator trading terkenal yang bernama Yuri Saklinov. Banyak orang yang menjadi mahir transaksi “futures” setelah mengikuti pelatihannya. Paijo tampak menikmati pemandangan indah belahan dada wanita cantik yang ada di depannya. Wajahnya yang terlihat mesum kelihatan semakin mesum. Merasa diperhatikan seperti itu, wanita cantik itu dengan tersenyum berkata ke Paijo, “ada yang salah dengan saya mas???”. Paijo yang lagi galau masalah trading menjadi terkejut dan mencoba bersikap wajar lagi. “Kemampuan ibu dalam bidang trading / transaksi futures, benar-benar luar biasa. Hanya ibu satu-satunya peserta wanita yang bisa lolos ke babak-5”. Mendengar pujian itu, Yuri hanya tersenyum dengan senyuman yang sangat manis, “tapi sayang sekali aku gagal melaju ke babak-6”. “Tapi ibu masih jauh lebih baik dibanding saya. Saya Cuma masuk babak-3 saja. Padahal saya sudah lebih dari 4 tahun belajar trading di sebuah perusahaan pialang. Menurut ibu adakah metode yang cocok untuk orang seperti saya?”. “Sebenarnya kunci trading itu yang pertama adalah menguasai kemampuan dasar trading, kedua menguasai kemampuan pengelolaan resiko atau risk management, dan ketiga memiliki penguasaan emosi diri. Dari ketiga hal tersebut, yang paling sulit adalah penguasaan emosi diri. Untuk belajar penguasaan emosi diri, salah satu cara terbaik adalah memiliki penasehat / konsultan yang lebih berpengalaman dari kamu”

“Ooooh rupanya begitu ya. Sepertinya saya ini lemah dalam hal penguasaan diri. Terima kasih kasih banyak atas ilmu dan waktunya Bu Yuri”. “Sama-sama mas Joe. Saya juga berterima kasih sudah ditemani ngobrol”. “Oh ya sepertinya babak final sudah dimulai. Saya mau melihat kesana dulu. Ngomong-ngomong ibu keturunan Rusia ya?”. Dengan senyumnya yang manis, wanita canti bernama Yuri tersebut menjawab pertanyaan Paijo, “Bukan. Saya asli orang jawa. Bapak ibuku asli dari Mojokerto sejak lahir”. “Tapi nama anda kok seperti nama Rusia? atau Orang tua anda ada yang ngefans sama seorang tokoh Rusia mungkin??”. “Nggak juga kok mas Joe. Nama YURI itu gabungan nama kedua orang tuaku. Ibuku bernama YUGINEM dan Bapakku bernama SAPARI”. Paijo hanya melongo mengetahui penjelasan itu. “Lalu nama belakang anda yang SAKLINOV itu???”. Dengan tenang dan sedikit tersenyum manis, Yuri menjawab “itu karena aku dilahirkan pada hari SAbtu KLIwon bulan NOVember”. Glodhaaak…….!!! Paijo hampir pingsan mendengar jawaban itu…… Setelah Paijo membayar kopinya di kasir, akhirnya mereka berdua bersama orang-orang lain di kafe itu menuju ruangan kompetisi untuk menyaksikan babak final kompetisi “King of Trader 2034”.

Saat itu Paijo hanya bisa terkesima melihat aksi para master trader dari berbagai wilayah di Nusantara dalam memprediksi pergerakan harga emas dunia Locco London (LGD). Rata-rata keakuratan prediksi mereka sejak babak penyisihan hingga babak final, mencapai 90% lebih. Di babak final ini hanya tersisa 5 orang ahli trader yang berusaha memperebutkan gelar “KING OF TRADER”. Dua trader dari Wilayah Jawa, dua trader dari Wilayah Sumatera, satu trader dari Wilayah Sulawesi. King of Trader adalah gelar bergengsi yang sangat diinginkan oleh hampir semua trader yang ada di Negeri Nusantara. Saat itu Negeri Nusantara terbagi menjadi lima wilayah besar; wilayah Sumatera dan sekitarnya, wilayah Jawa dan sekitarnya, wilayah Kalimantan dan sekitarnya, wilayah Sulawesi dan sekitarnya, wilayah Papua dan sekitarnya. Siapa yang menjadi King of Trader akan mendapatkan hampir semua keinginannya. Biasanya dia akan cepat meningkat harta kekayaannya baik yang berupa rumah mewah, apartemen elite, mobil-mobil mewah maupun simpanan uang dan emas dalam jumlah yang sangat luar biasa banyak. Hal ini karena selain mereka memanfaatkan kemampuannya untuk trading sendiri, mereka biasanya direkrut oleh milyader-milyader terkaya di negeri ini sebagai konsultan untuk mengelola keuangan mereka di Pasar Modal maupun Bursa Berjangka. Kompetisi “King of Trader” ini diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Periode sebelumnya yaitu tahun 2029, yang mendapat gelar “King of Trader” adalah Ken Drogba seorang trader handal dari Wilayah Sulawesi.

Di babak final sebelumnya 2029, yang bisa lolos ke babak final hanya dua orang. Yang pertama adalah John Jupri dari wilayah Jawa, sang ahli trading indeks saham Hangseng dan Nikkei serta LGD (gold). Peserta yang kedua adalah Ken Droba dari wilayah Sulawesi, yang ahli dalam trading forex dan gold. Gelar King of Trader 2029 saat itu dimenangkan oleh Ken Drogba dari wilayah Sulawesi. Dan kedua finalis periode sebelumnya sekarang lolos lagi ke babak final tahun ini di tambah tiga finalis baru. King of Trader tiga periode berturut-turut yaitu tahun 2014, tahun 2019 dan tahun 2024, yang bernama Sora Andaka dari wilayah Jawa, tidak ikut dalam kompetisi lima tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Trader Nusantara (ATN). Dalam Komunitas para Trader, Sora Andaka sering dijuluki oleh para ahli trader sebagai Dewa Trader atau “The God of Trader”. Konon satu tahun setelah mendapatkan gelar King of Trader nya yang ke-3, dia menghilang entah kemana. Bahkan kedua istrinya dan kelima anaknya selalu bilang tidak tahu jika ada yang menanyakan keberadaannya. Mereka hanya bilang jika sang Dewa Trader sudah pergi ke luar negeri tanpa bilang ke negara mana. Anak-anak dan istrinya lah yang sekarang mewarisi semua kekayaan materinya. Bahkan koleksi mobil sport kesayangannya yang terdiri dari lima Ferrari dan 7 Lamborghini diserahkan ke anak-anaknya. Ada isu yang beredar kalau sekarang sang Dewa “Trading” menjadi Konsultan Trading di sebuah negara Eropa. Dari isu yang berkembang, dia meninggalkan negara Nusantara karena banyaknya para milyader dan orang-orang kaya yang memintanya bahkan memaksanya untuk menjadi Konsultan Trading mereka. Juga ada isu lain kalau sang Dewa Trading dibunuh secara rahasia oleh keluarganya sendiri karena ingin menguasai hartanya, tapi itu tidak pernah terbukti sampai sekarang.

Paijo mengenali kelima peserta yang berhasil maju ke babak final “King of Trader” 2034 tersebut. Sejak babak penyisihan pertama hingga penyisihan ke-6, kelima peserta itu berhasil lolos dengan ke babak penyisihan berikutnya dengan nilai equity yang tidak masuk akal. Di babak penyisihan pertama, semua peserta memulai dengan rekening awal $10,000. Dan itu adalah uang pribadi masing-masing peserta. Yang mengikuti babak penyisihan pertama ada empat ratus lebih peserta yang berasal dari kelima wilayah di Negeri Nusantara. Aturan untuk lolos kebabak berikutnya adalah equity harus meningkat minimal sekian persen (tertentu). Ketentuan kenaikan minimal tiap babak penyisihan berbeda. Dari babak penyisihan 1 ke babak berikutnya, equity harus naik minimal 30% dari modal awal. Dari babak penyisihan2 ke babak berikutnya, equity harus naik minimal 40% dari perkembangan modal terakhir babak 1. Babak berikutnya minimal naik 50%, lalu naik 60%, lalu naik 70%, dan dari babak penyisihan 6 ke babak final equity harus naik minimal 100% dari modal terakhir. Di babak final, tidak ada ketentuan equity harus naik minimal sekian persen, yang terbanyak equitynya adalah pemenang dan berhak mendapat gelar “King of Trader”. Waktu trading setiap babak dalam sehari hanya 6 jam, mulai pukul 12.00 – 18.00. Diluar jam itu tidak boleh ada transaksi dan tidak boleh ada posisi kontrak yang belum dilepas. Peserta bebas memakai strategi apapun, bahkan strategi gambling pun diijinkan. Dari Di babak penyisihan pertama satu minggu yang lalu, equity kelima finalis rata-rata naik di atas 50%. Dan di babak final ini rata-rata equity mereka sudah naik di atas $130,000 padahal market yang dipertandingkan berbeda-beda.
Babak penyisihan pertama trading di gold Locco London, kedua di forex (USD-JPY), ketiga di Hangseng indeks, keempat di Nikkei indeks, kelima di Kospi indeks, keenam di forex (GBP-USD), dan babak final di gold Locco London lagi.

Dari kelima peserta, tiga diantaranya punya basic pernah bekerja di perusahaan pialang sebagai konsultan. Sedang dua belum pernah menjadi konsultan di perusahaan pialang. Mereka mengawali bidang trading sebagai pemodal / investor yang dibantu konsultan. Sehingga dari waktu kewaktu kemampuan trading mereka meningkat pesat melebihi konsultan mereka. John Jupri dan Ken Drogba pernah menjadi konsultan di sebuah perusahaan pialang terbesar di Nusantara. Dari tiga finalis baru, hanya Sucokro yang pernah bekerja di perusahaan pialang, sedang Bandi Sujarwo dan Opak Gordon basic nya adalah pengusaha pabrik dan eksportir. Opak Gordon yang seorang pengusaha muda di Wilayah Sumatera adalah anak ke-2 dari sang Dewa Trading Sora Andaka. Dia anak dari istri kedua Dewa Trading. Paijo yang hanya lolos sampai babak penyisihan ketiga dan gagal ke babak keempat, mengikuti perkembangan kompetisi itu sampai selesai. Setelah pertandingan yang sangat seru, dan melalui aksi-aksi trading yang tidak masuk akal, babak final dimenangkan oleh Sucokro dari Wilayah Kalimantan. Dan gelar “King of Trader” 2034 disabet oleh Sucokro. Sucokro di periode 2029 hanya mampu melaju sampai babak penyisihan ke-6. Paijo tidak menyangka kalau yang berhasil menjadi King of Trader periode 2034 adalah Sucokro, orang yang dikenalnya waktu ngopi dimalam hari setelah Paijo tersingkir di babak ke-3. Dia merasa beruntung karena malam itu dia bertukar no hp. Dan saat itu dia berjanji harus bisa menemui Sucokro “King of Trader” untuk menambah ilmu tradingnya.
Dua minggu setelah kompetisi king of trader, paijo memberanikan diri untuk menghubungi Sucokro lagi. Beberapa hari sebelumnya Paijo sudah menghubungi Sucokro sampai lima kali tapi Sucokro selalu sibuk. Maklum setelah menjadi King of Trader, Sucokro menjadi terkenal seperti artis top. Paijo menekan no hp King of Trader dengan harapan bisa ketemuan. Paijo mendengar nada sambung beberapa kali dan tiba-tiba telponnya diangkat oleh Sucokro. “Hallo, selamat sore. Ini Joe ya? Wah gimana kabarnya?”. Paijo senang sekali karena telponnya diangkat, dan kedengarannya Sucokro lagi sangat santai. “iya benar. Ini Joe Paijo yang ngobrol dengan anda pada malam babak ke-3 dulu”. “oh iya iya, aku masih ingat kok. Maaf ya beberapa hari ini aku sibuk sekali. Mungkin gara-gara identitas baruku sebagai King of Trader. Ngomong-ngomong ada apa nih?”. Dengan yakin Paijo mengutarakan tujuannya “ehmmmm….., saya mau ketemuan dengan anda. Mau ngobrol, ngobrol tentang trading. Waktunya terserah anda saja, saya tahu anda sangat sibuk. Saya benar-benar tertarik dengan kecepatan anda dalam menganalisa dan mengambil tindakan sewaktu trading. Saya sampai heran bagaimana anda bisa melakukan semuanya dengan cepat tanpa ada kesalahan yang fatal. Biasanya kalau saya menggunakan keputusan cepat, kebanyakan jadi kesalahan fatal. Begitu mas Cokro”. “oh begitu ya, kebetulan minggu besok aku longgar dan mau mancing di daerah Kediri Jawa Timur. Tepatnya di pemancingan Rame-Jaya di pinggir sungai brantas. Bagaimana, kamu bisa ke tempat itu besok pukul 08.15?”. Tanpa berpikir panjang lagi, Paijo langsung menjawab “iya iya saya bisa mas. Terima kasih. Selamat sore”. “selamat sore juga. Sampai ketemu besok”.
Besok paginya Paijo langsung terbang ke Kediri pake pesawat jam 6.30 pagi dari Surabaya. Dan pukul 7.15, Paijo sudah mendarat di Bandara Kediri. Dia memanggil taksi dan langsung meluncur ke tempat tujuan. Pukul 7.45 paijo sudah sampai di tempat pemancingan. Di situ sudah banyak orang yang mancing. Pukul 8.00 akhirnya paijo ketemu dengan Sucokro The King of Trader. Sucokro datang di kawal oleh dua body guard yang bertubuh tegap dan berambut cepak. Kedua body guardnya tersebut memakai celana jeans biru, kaos hitam dan jaket kulit cokelat. Paijo langsung mendatangi Sucokro dan bersalaman sebentar sebelum menuju ke salah satu tempat memancing. Akhirnya mereka berdua ngobrol sambil memancing. “oh ya Joe, ngomong-ngomong sudah berapa lama kamu mengenal dunia trading?”. “saya di trading sudah hampir enam tahun. Empat tahun diperusahaan pialang, dan dua tahun trading sendiri. Kalau mas Cokro sendiri sudah berapa tahun di dunia trading?”. “saya sudah sembilan tahun lebih di dunia trading. Enam tahun di perusahaan pialang, tiga tahun lebih trading sendiri. Joe, kamu kalau trading biasa lebih condong memakai analisa teknikal apa analisa berita? Atau dua-duanya seimbang?”. “Saya biasanya sih memakai dua-duanya. Tapi ketika pada hari itu di kalender ekonomi tidak akan ada berita penting yang berpengaruh ke market, saya Cuma menggunakan analisa teknikal”. Lalu paijo menghisap rokoknya sebentar dan bertanya ke Sucokro “Kalau boleh tahu Mas Cokro biasanya memakai teknikal apa? Soalnya saya lihat di final kompetisi yang lalu, sepertinya Mas Cokro sangat cepat dalam mengambil keputusan beli ataupun jual?”. “Oh masalah itu? Kamu jangan terjebak dengan pemikiran bahwa ada analisa teknikal yang sangat bagus, yang keakuratannya hampir sempurna atau mendekati 99,99%. Kalau kamu masih berpikiran seperti itu, kamu tidak akan bisa terus berhasil. Mungkin kamu akan berhasil dalam beberapa waktu, tapi pada saatnya kamu juga pasti akan jatuh dan kalau jatuhnya sangat keras, kamu bisa menjadi tidak punya apa-apa lagi. Kebetulan aku sudah pernah mengalami jatuh sampai bangkrut sekitar tiga tahun yang lalu”. “maksud mas Cokro?? Saya kurang paham dengan kata-kata mas Cokro tentang tidak adanya analisa yang bagus. Jadi pada dasarnya trading itu tetap pakai “feeling” kita?”. “bukan begitu juga. Tapi untuk benar-benar bisa memahami masalah trading, prosesnya sangat panjang. Bahkan banyak orang yang berusaha memahami masalah trading tapi tidak pernah berhasil. Paling-paling mereka hanya memahami sebagian saja atau kulitnya saja, tapi merasa sudah memahami semuanya”.

“Ngomong-ngomong setelah Mas Cokro jatuh bangkrut dulu, bagaimana caranya Mas Cokro bisa menjadi seperti sekarang?. Kebetulan setelah lama saya menjadi Konsultan, tetap saja masih ada beberapa klien saya yang mengalami kerugian di trading ini. Walaupun tidak banyak, tapi itu sudah menujukkan sebenarnya saya masih belum benar-benar memahami trading”. “Begini joe, aku sendiri merasa hanya tahu sebagian tentang trading. Karena sebenarnya masih banyak yang belum aku pahami tentang trading. Aku dulu bisa bangkit karena sempat bertemu seorang pertapa yang bijaksana di daerah Pacet Mojokerto. Kamu tahu kan daerah pegunungan pacet? Kebetulan orang tuaku tinggal di jawa sejak delaoan tahun lalu. Sedang aku tetap tinggal di Kalimantan. Jadi aku sering pulang-pergi Jawa-Kalimantan. Waktu itu untuk mengurangi stress ku akibat trading, aku pergi memancing ke daerah Pacet. Kebetulan waktu itu dia juga sedang memancing dan memilih tempat di dekatku. Lalu kami ngobrol panjang lebar dan aku jadi memahami sesuatu, tepatnya memahami diriku sendiri. Dari situlah aku sadar kalau kuncinya ada pada diriku sendiri”. “wow, cerita yang menarik. Kalau boleh tau siapa nama orang tua tersebut?”. “Dia bilang dia biasa dipanggil orang daerah situ dengan sebutan Begawan Kuro Djowo. Karena dia suka memelihara kura-kura di rumahnya, dan katanya kura-kuranya sangat banyak”. Lagi asik mengobrol sambil mancing, tiba-tiba telpon Sucokro berdering. Sucokro langsung mengangkat telponnya. Paijo masih asik menunggu pancingnya sambil merokok. Setelah menerima telpon, Sucokro bilang ke Paijo kalau dia ada urusan mendadak dan harus segera pergi. “Joe, maaf ya. Sepertinya aku harus segera pergi karena ada milyader dari Jakarta yang bernama Mr Sentanu minta segera ketemu aku. Mungkin lain kali kita kita bisa teruskan obrolan kita”. “Iya mas Cokro. Terima kasih banyak atas waktunya dan ilmunya. Mudah-mudahan sukses”. “terima kasih joe”. Lalu Sucokro segera pergi meninggalkan tempat itu bersama kedua body guardnya.
Setelah Sucokro King of Trader pergi, Paijo punya ide. Mumpung lagi berada di Kediri, dia akan pergi ke daerah Pacet sebelum balik ke Surabaya untuk mencari Begawan Kuro Djowo. Akhirnya dia pergi naik bis kota ke daerah Pacet. Setelah hampir satu setengah jam perjalanan, akhirnya Paijo sampai di terminal Mojokerto. Dari situ di naik taxi ke daerah Pacet. Sekitar 45 menit perjalanan, Paijo sampai dilereng pegunungan daerah Pacet. Paijo turun di tempat salah satu pangkalan ojek daerah pacet. Dia tanya ke para tukang ojek di situ dimana letak rumah Begawan Kuro Djowo. Tapi mereka tidak ada yang tahu. Para tukang ojek itu menanyakan alamatnya di desa apa? Tapi Paijo tidak tahu. Dia coba menelpon Sucokro, tapi tidak diangkat. Setelah empat kali telpon tidak diangkat, dia kirim sms dengan harapan dapat dibalas dan diberitahu nama desa tempat tinggal sang begawan. Tapi sampai 15 menit tidak ada jawaban. Tiba-tiba Paijo ingat sesuatu dan bertanya tempat pemancingan yang sering dikunjungi oleh orang luar kota. Beberapa tukang ojek tahu tempat itu. Yang paling sering dikunjungi orang luar kota ada tiga tempat. Pertama di Desa Ubalan, kedua di Desa Padusan, dan ketiga di Desa Claket. Lalu paijo merasa dia harus ke daerah Claket. Setelah tawar menawar ongkos ojek, akhirnya Paijo diantar ke Claket, tepatnya ke pemancingan umum. Dia meminta si tukang ojek menunggu sebentar. Paijo bertanya ke seorang penduduk setempat apa ada orang di daerah itu yang bernama Begawan Kuro Djowo?. Dan penduduk itu bilang kalau Sang Begawan lagi di lapangan desa sebelah timur. Lalu Paijo segera menemui si tukang ojek yang mengantarkannya dan membayarnya. “Bapak bisa meninggalkan saya di sini. Karena kemungkinan saya akan lama di sini”. Setelah mengucapkan terima kasih ke tukan ojek, si tukang ojek segera pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah sampai dilapangan tersebut, Paijo cukup kaget karena di situ suasananya sangat ramai. Banyak orang berkerumun melingkar sambil berteriak-teriak. Paijo mendekati kerumunan itu dan masuk diantara kerumunan. Ternyata mereka semua sedang menyaksikan adu ayam. Kedua ayam bertarung dengan saling bergantian menyerang. Kalau bahasa jawanya saling “ngablok”. Beberapa saat kemudian salah satu ayam lari menghindari pertarungan. Dan tiba-tiba orang berkumis dan berkaca mata hitam yang ada di sebelahnya berteriak keras “jancuk…!!! kalah lagi aku!!!” sambil membanting topi koboi nya yang berwarna cokelat ke tanah. Orang yang berteriak tampaknya orang kaya. Arlojinya saja rolex daytona emas yang harganya sekitar Rp 150 juta-an. Memakai gelang rantai dari emas yang beratnya mungkin lebih dari 100 gram. Dan memakai sebuah cincin dengan mata batu ruby yang cukup besar sebesar biji asam. Dengan iseng, Paijo bertanya kepada orang kaya tersebut. “memang kalah berapa bos??”. “kalah 90 juta rupiah” jawab orang kaya tersebut sambil menoleh ke arah Paijo. Paijo agak kaget, karena ada orang ‘sinting’ yang taruhan adu ayam sampai 90 juta. “itu sekali taruhan bos??”, tanya Paijo. “tidak, aq tadi kalah dua kali. Yang pertama aku kalah 30 juta, yang kedua barusan aku kalah 60 juta. Maksudku sih aku mau mendapatkan uangku yang kalah tadi sekalian mengambil duit orang tua sialan itu!” jawab si orang kaya sambil menunjuk orang tua berpakaian kusam yang berkumis serta berjenggot tebal tidak beraturan. Orang tua tua yang ditunjuk hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya. “Jancuk, dia meledekku lagi!!”. Lalu tiba-tiba orang kaya yang memakai jeans biru dan kaos oblong abu-abu mengambil topinya yang dibanting tadi dan berteriak “hei Kuro Djowo!!! Lain kali kita taruhan lagi. Jangan keburu mati dulu…!!!”. orang tua yang diseberang lingkaran menjawab “santai aja bos. Kapanpun kamu mau taruhan, aku siap….”. mendengar kata ‘KURO DJOWO’, paijo langsung tanggap. Dia lalu bertanya kepada orang kaya yang baru kalah taruhan, “Bos, dia itu begawan Kuro Djowo ya??”. “iya benar. Dia memang Begawan Kuro Djowo. Tukang judi dari daerah sini yang sangat sulit untuk dikalahkan” jawab orang kaya itu sambil pergi menuju mobil hammer hitamnya yang diparkir di pinggir lapangan.
Setelah orang-orang bubar karena pertunjukan adu ayamnya sudah selesai, Paijo segera mendekati Sang Begawan. Setelah dekat, paijo memperkenalkan diri dan bersalaman. “Benar, dengan Begawan Kuro Djowo? Saya Roberto Paijo, biasa dipangil Joe”. Dengan tersenyum, sang Begawan menjawab “iya, benar. Ada yang bisa saya bantu?”. “begini Begawan, saya kenalan Sucokro yang baru memenangkan gelar King of Trader 2034. Waktu saya ngobrol-ngobrol tentang trading, dia menyarankan saya untuk menemui anda. Katanya anda mungkin bisa membantu saya untuk mendalami ilmu trading”. “Oh jadi anda ini trader to? Apa ndak salah sampeyan datang ke sini? Kalau mau belajar trading kan bisa ikut seminar-seminar trading. Mereka yang mengadakan seminar kan pintar trading semua?”. “Tapi begawan, dari beberapa seminar yang saya ikuti, rata-rata mereka Cuma tahu kulitnya saja. Hanya kebetulan saja mereka pintar ngomong. terus waktu simulasi trading biasaanya saat itu memang tidak ada agenda/ berita ekonomi yang penting. Jadi cukup dengan analisa teknikal saja mereka sudah bisa memprediksi pergerakan harga pasar. Memang sih buat yang belum pengalaman trading, analisa yang mereka berikan kelihatan hebat. Coba kalau mereka sudah mengalami gejolak pasar, mereka juga pasti akan bingung”. Dengan tatapan mata yang tajam, sang begawan memperhatikan Paijo ngomong. “Aku ini hanya tahu judi adu ayam, balap merpati, balap keong sama balap kura-kura. Sedikit tahu beberapa judi kartu remi dan judi dadu. Lha kalau masalah trading aku tidak terlalu paham”. “tapi kata Sucokro, Begawan mungkin bisa ngasih saya masukan apa yang harus saya lakukan?”. “Bagaimana kalau kamu aku ajari menganalisa ayam yang mau bertarung? Walaupun kamu tidak tahu bagaimana ayam tersebut dilatih, namun hanya dengan memperhatikan kedua ayam yang akan bertarung saat itu, kamu sudah bisa memperkirakan ayam mana yang kemungkinan besar akan menang??”. “Baiklah kalau itu memang menurut begawan bisa bermanfaat buat saya”. Dengan mengernyitkan dahi, sang Begawan berkata “Tapi aku tidak bisa mengajarimu tentang trading”. “Tidak apa-apa begawan. Lagian saya sudah disini, masa tidak dapat ilmu apa-apa. Lagian siapa tahu nanti saya juga bisa cari tambahan duit dari adu ayam. Hehehe…..”. mendengar jawaban Paijo, Begawan Kuro Djowo langsung tertawa. “Ya sudah, ini sudah sore, kamu mandi di rumahku saja. Lalu istirahat sebentar, nanti malam baru kita ngobrol. Ngomong-ngomong besok senin kamu tidak kerja?”. “Saya mau bolos dulu. Refreshing dulu biar gak stress gara-gara ngurusi kerjaan”.
Setelah mandi, Paijo tidur di kamar tidur khusus untuk tamu.

Rumah begawan memang tidak terlalu besar. Hanya ada dua kamar tidur dan satu kamar tamu. Dapurnya cukup luas sehingga suasananya terasa longgar. Begitu juga ruang tamunya, ukurannya cukup luas dan terdapat meja kaca kotak yang dikelilingi sofa warna hitam. Di bagian belakang ada kolam besar yang berisi banyak kura-kura. Malam itu sekitar jam 19.20, paijo terbangun dan mendengar Sang Begawan ngobrol dengan seseorang. Waktu Paijo mendengar si tamu berpamitan mau pulang, dia memutuskan menuju ke ruang depan karena si tamu sempat memanggil ayah. Paijo penasaran ingin tahu bagaimana anak Sang Begawan. Paijo sangat terkejut begitu mengetahui kalau yang memanggil ayah kepada Sang Begawan adalah orang yang sangat terkenal. Dia adalah Opak Gordon, pengusaha muda dari wilayah Sumatera yang menjadi salah satu finalis King of Trader 2034. Begawan Kuro Djowo segera mengenalkan Opak Gordon kepada Paijo. “Joe, kenalkan ini anakku Opak Gordon”. Lalu Opak Gordon menyalami Paijo dan menyebutkan namanya. Dengan rasa yang masih tidak percaya bisa bertemu salah satu Pengusaha muda tersukses di Nusantara, Paijo membalas menyebutkan namanya. Lalu Opak gordon berjalan meninggalkan Begawan dan Paijo menuju mobil sport mazda nya yang berwarna hijau. Setelah Opak Gordon pergi, Paijo tidak bisa menahan diri untuk bertanya kepada Begawan Kuro djowo. “Begawan, jadi anda adalah Dewa Trading yang selama ini menghilang dan menjadi misteri?”. Dengan tenang Sang Begawan menjawab, “iya benar. Aku memang Sora Andaka yang dijuluki Dewa Trading”. “Apa Sucokro tahu kalau anda adalah dewa trading?”. “Dia tidak tahu. Aku dulu suka anak itu karena dia ada bakat dalam menganalisa suatu hal. Terutama waktu dia memilih tempat untuk memancing di kolam pancing dekat sini. Aku tahu tempat itulah banyak ikan berkumpul, jadi aku juga duduk di dekatnya waktu memancing. Orang biasa tidak akan bisa menentukan tempat itu kecuali kebetulan. Aku tahu betul kalau dia memilih tempat itu dengan sengaja dan saat itu dia dalam keadaan stress. Dan hanya sedikit orang yang dalam keadaan stres atau tertekan masih bisa menganalisa dengan baik”. “lalu apa Begawan tidak takut kalau aku akan menyebarkan berita “Dewa Trading berada di Pacet Jawa Timur?”. “Sejak melihatmu tadi sore, aku tahu kamu bukan orang seperti itu. Aku tidak hanya bisa menganalisa harga pasar, aku juga bisa menganalisa seseorang walaupun baru pertama kali bertemu”. “Menurut Begawan, apa aku bisa menjadi seorang King of Trader seperti Sucokro??”. “Hahahaha……,tentu saja bisa. Semua orang bisa menjadi King of Trader jika bisa menemukan kelebihannya sendiri dan bisa memanfaatkannya secara optimal”.

Semakin malam obrolan Sang Begawan dan Paijo semakin serius dan mendekati intinya. Sambil memperhatikan Paijo yang serius mendengarkan setiap wejangannya, Begawan menarik nafas panjang dan berkata, “sebenarnya inti dari trading itu adalah penguasaan diri kita sendiri. Jika kita bisa menguasai emosi, selalu disiplin dan selalu tenang dalam situsai separah apapun, maka kita bisa menjadi Trader yang hebat”. “jadi menurut begawan, kita harus menguasai diri kita dulu?”. “Benar sekali katamu Joe. Untuk bisa menjadi seorang trader handal, kita harus mengenali tingkat kemampuan kita ada dimana?”. Dengan ragu-ragu paijo bertanya, “Maksud begawan, tingkat yang seperti apa? Apa ada kelas-kelasnya seperti sekolah SD, SMP, SMA, Sarjana begitu….?”. “Persis seperti yang kamu ucapkan itu. Dari pengalamanku sebagai trader, ada tingkatan-tingkatan yang dulu pernah kulalui. Dan kamu harus tahu tingkatan-tingkatan itu, selanjutnya kamu harus tahu kamu berada di tingkatan mana. Jadi kamu akan tahu bagaimana caranya untuk meningkatkan kemampuanmu. Kalau kamu tidak tau dimana posisimu saat ini, kamu tidak akan pernah bisa menjadi seorang ahli trading. Yang ada kamu akan membenci trading seperti yang terjadi pada sebagian besar orang yang pernah mencicipi trading”.
Selanjutnya Sang begawan menjelaskan tingkatan-tingkatan seorang trader. Pada dasarnya orang yang mengenal trading dan mencoba melakukan trading baik sebagai konsultan ataupun trader murni, pasti memulai dari tingkat awal dan berlanjut ke tingkat berikutnya.

*Pemula. Di tingkat ini, seseorang sudah mengenal trading baik melalui seminar ataupun penjelasan dari teman dan dari karyawan perusahaan pialang. Mereka sudah mengetahui beberapa analisa teknikal dan analisa berita. Sudah melakukan simulasi beberapa kali dan berhasil untung. Begitu trading sungguhan, hasilnya kadang untung kadang rugi. Sesekali dia bisa untung yang cukup besar. Tapi dia tidak sadar jika itu hanya keberuntungan pemula saja. Tapi pada akhirnya dia selalu mengalami kerugian. Jumlah transaksi ruginya jauh lebih banyak dari transaksi untungnya. Dari sekitar 100 ribu orang pemula di bidang ini, sebagian besar rugi dan menyimpulkan kalau trading itu lebih banyak gamblingnya. Bahkan sebagian besar trauma dan tidak mau trading lagi. Dari 100 ribu orang di tingkat pemula, hanya sekitar 1000 orang saja yang akhirnya sadar kalau dia sebenarnya tidak bisa trading. Tapi dia mau belajar lebih dari kesalahannya dahulu.

*Amatir. Di tingkat ini mereka sudah sadar kalau sebenarnya mereka belum bisa trading. Akhirnya mereka mulai belajar lebih serius dari buku-buku trading dan analisanya, melalui seminar-seminar dan pelatihan trading, ataupun melalui internet. Mereka mulai sering diskusi dengan orang-orang yang dianggap punya kemampuan lebih dalam trading. Dan mereka mulai menemukan kombinasi analisa hasil pengamatan mereka sendiri. Ilmu ini bisa dibilang temuan mereka. Mereka mulai menggunakan analisa “temuan” mereka sendiri. Dan mereka sering untung. Mereka mulai meningkat target untung mereka karena pede dengan analisa “temuannya”. Tapi ketika ada berita yang tak terduga dan tidak sesuai prediksi, posisi transaksi mereka kacau balau karena kurang sigap dalam management resiko. Sebagian besar orang-orang dilevel ini kapok trading dan menyimpulkan bahwa trading itu sangat susah dan cepat atau lambat pasti mengalami kerugian. Dari 1000 orang di tingkat amatir ini, hanya sekitar 100 orang saja yang sadar kalau trading itu bukan masalah teknikal, fundamental, dan manajemen resiko saja. Tapi kondisi mental yang tenang, dan disiplin juga sangat penting. Banyak Konsultan perusahaan pialang yang berada di posisi ini.

*Profesional. Di tingkat ini, mereka sudah mulai faham dan sadar kalau dalam trading selain harus menguasai teknik, juga harus menguasai mental. Mereka mulai melatih mental mereka agar disiplin, tidak tamak (greedy), selalu tenang dalam situasi harga pasar yang tidak menentu. Mereka hanya masuk pasar kalau peluang untungnya jauh lebih besar. Itupun dengan target untung yang kecil, yang penting bisa liquid. Mereka sangat menghindari gambling. Dalam satu bulan untung mereka tidak banyak. Mereka juga mengalami rugi, tapi ruginya masih lebih kecil jika dibanding untungnya. Sebagian konsultan perusahaan pialang juga berada di tingkatan ini. Di tingkatan ini mereka lebih fokus melatih emosi dan kedisiplinan mereka terhadap trading. Perasaan tamak / greedy sudah mulai bisa mereka kurangi. Mereka menarget untung besar jika peluangnya memang benar-benar di atas 80%. Dari sekitar 100 orang di level ini, hanya sekitar 20 orang saja yang menyadari bahwa tidak ada analisa yang mencapai 100%. Dan dia menyadari tidak ada satu manusiapun yang mampu memprediksi pergerakan harga 5 detik kedepan.

*Ahli. Di tingkat ini, mereka benar-benar memahami kalau tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui dengat tepat apa yang akan terjadi 5 detik kemudian. Tapi dia sudah berhasil menguasai dengan hampir sempurna 1 atau 2 indikator saja. Dia sudah tidak perlu banyak indikator untuk ambil keputusan trading. Dia juga sudah berhasil menggabungkan secara cerdas dan akurat: kemampuan membaca indikator + management resiko + ketenangan diri. Strategi transaksi / trading nya hampir selalu untung. Bahkan ketika terjadi berita tak terduga yang mempengaruhi market secara signifikan, dia bisa meminimalkan resikonya dengan sangat baik sehingga kerugiannya sangat minim. Trader-trader dilevel ini banyak dipakai oleh orang-orang terkaya dan tarifnya sangat mahal. Mereka biasanya sudah tidak bekerja diperusahaan pialang lagi. Dan rata-rata sudah memiliki segalanya dalam artian materi sudah bisa dia miliki hampir semuanya baik yang berupa rumah mewah, apartemen mewah maupun mobil mewah. Dari sekitar 20 orang di level ini, hanya sekitar 4 orang saja yang mampu mengembangkan intuisi tradingnya menuju kesempurnaan dan maju ke tingkat berikutnya.

*Master. Di tingkat ini, tradingnya sudah memakai intuisi yang berhasil dia dapatkan setelah bertahun-tahun belajar dan mengalami sendiri bagaimana trading itu, bagaimana situasi-situasi yang mungkin terjadi dalam sebuah trading. Bagi mereka trading sudah bukan hal yang rumit lagi, melainkan sudah menjadi jalannya. Mereka mau target untung besarpun, sudah bukan masalah lagi bagi mereka. Karena intuisi trading mereka sudah sangat kuat dan hampir tidak pernah keliru. Mungkin dari 100x trading, hanya sekali atau dua kali saja intuisi mereka meleset. Sekarang untuk masalah materi bukanlah masalah lagi bagi mereka. Mereka bisa membeli barang apa saja yang mereka inginkan. Bahkan diantara mereka sudah mampu membeli beberapa pulau kecil. Membeli rumah mewah, apartemen mewah, mobil-mobil mewah, wanita muda dan cantik sudah biasa bagi mereka. Dari sekitar 4 orang yang berada di tingkat ini, hanya satu yang bisa menuju tingkat berikutnya yaitu Dewa Trading.

*Dewa Trading. Ditingkat ini, trading sudah bukan misteri lagi baginya. Dia sudah tidak tertarik dengan yang namanya trading karena sudah tidak ada tantangannya. Bahkan uang dan segala materi yang mewah-mewah sudah tidak membuatnya tertarik karena dia sudah bisa mendapatkannya dengan mudah. Jadi ketika dia melepas semua hartanya sekalipun, dia tidak masalah dan tidak merasa kehilangan sedikitpun. Dia lebih suka menjalani hidup sebagai manusia biasa, makan di warung sederhana, mencari ikan dengan cara memancing, bermain catur dengan master-master catur jalanan (bisa tukang becak, tukang batu, ataupun master catur yang suka nongkrong di warung), ngadu ayam, ngadu jangkrik, judi balap merpati dan lain-lain.

“Jadi begitu Joe, tingkatan-tingkatan seorang trader. Kunci penting untuk mempelajari trading adalah kamu harus mengetahui level mu ada dimana? Kalau kamu tidak menyadari kamu ada di tingkatan mana, kamu akan kesulitan mengembangkan kemampuan dan strategi trading yang kamu miliki”. Paijo yang sudah menyimak dengan sangat fokus, akhirnya berkomentar, “waduuuh, aku gak mau jadi Dewa Trading kalau begitu. Soalnya kelihatan mengenaskan begitu kehidupannya. Mending jadi master trading saja. Hehehehe……”. Mendengar komentar Paijo, Begawan Kuro djowo tertawa “hahahaha……., kalau kamu mencapai tingkat Master trading, pasti tidak lama setelah itu kamu akan bosan. Dan kamu Cuma akan punya dua pilihan: yang pertama kamu akan bunuh diri karena bosan hidup di dunia karena semua sudah kamu miliki. Dan yang kedua kamu memutuskan terus hidup dengan cara memulai dari awal lagi yaitu tidak mempunyai apa. Kamu akan merasa dilahirkan kembali….. hehehehe….. Kamu boleh percaya kata-kataku, boleh juga tidak percaya. Tapi tidak ada salahnya juga sih kalau kamu ingin memiliki segala materi di dunia ini sebelum kamu dipanggil Yang Maha Kuasa karena hidup kita Cuma sekali”. “Hahahahaha….., anda benar. Begawan benar-benar sip pokoknya. Masa hidup Cuma sekali tapi tidak pernah merasakan kesenangan-kesenangan dunia…….”. Mereka ngobrol sampai hampir tengah malam. Menjelang pergi tidur, Paijo sempat mengajukan pertanyaan yang terlupa, “Maaf Begawan, kalau boleh tau keinginan terbesar Begawan sekarang apa???”. Dengan santai dan tersenyum Sang Begawan menjawab “menjadi Dewa Judi Adu Ayam…..”. dan Sang Dewa Trading pun masuk kamarnya untuk istirahat……

Senin paginya Paijo berpamitan untuk kembali ke Kota Surabaya. Sebelum Paijo pergi, Sang Begawan berpesan kepada Paijo, “Kalau kamu benar benar ingin mendalami trading, kamu bisa mulai mencari para master trading. Mereka biasanya menguasi satu atau 2 analisa tertentu yang benar-benar mereka kuasai dengan sempurna. Bahkan banyak kemampuan mereka dalam menggunakan indikator yang lebih hebat dibanding aku”. Paijo terkejut mengetahui kalau banyak orang hebat diluar sana. “Ya, aku rasa aku harus berusaha mencari mereka untuk memperoleh ilmu trading dari mereka…..”. setelah mencium tangan Sang Begawan, Paijo pergi menuju pangkalan tukang ojek terdekat. Dan dimulailah petualangan Paijo mencari para master trading.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here