Chart Pattern Reversal

0
180

Chart Pattern Reversal

Chart Pattern Reversal adalah beberapa pola grafis yang dapat mengindikasikan Pembalikan Trend dalam market forex. Untuk pola dasar dari Chart Pattern Reversal ini dapat dipilah sebagai berikut:

  • Double Top / Double Bottom 

Pola Double Top / Double Bottom ini termasuk bagian dari pola grafis pembalikan trend, yang menitik-beratkan pada satu titik harga tertentu yang sudah teruji 2x mampu memantulkan harga. Jadi ada 1 titik harga yang berusaha ditembus sebanyak 2x namun gagal ditembus dan justru memantulkan harga. Biasanya hal ini akan berakibat reversal/pembalikan trend menuju arah yang berlawanan dengan trend awalnya. doubletopbottom Dari gambar diatas dapat kita saksikan bersama bahwa Pola Grafis Double Top benar-benar terealisasi menjadi reversal/pembalikan trend turun sesuai dengan teori aturan Pola-nya. Perlu diingat bahwa titik harga yang menjadi tumpuan pantulan dari Pola Double Top itu tidak selalu harus persis di satu titik harga yang sama, tetapi bisa juga di 2 titik harga berbeda yang jaraknya relatif berdekatan seperti pada contoh gambar diatas.

double bottom Hal yang sama juga berlaku untuk pola Double Bottom, bahwa titik harga yang menjadi tumpuan pantulan dari Pola Double Bottom itu tidak selalu harus persis di satu titik harga yang sama, tetapi bisa juga di 2 titik harga berbeda yang jaraknya relatif berdekatan.

  • Head & Shoulder / Inverted Head & Shoulder 

Pola Head & Shoulder ini adalah pola grafis yang bentuknya menyerupai sebuah kepala dengan dua pundak, kanan kiri. Sedangkan Pola Inverted Head & Shoulder adalah pola Head & Shoulder yang dibalik. Dalam kesehariannya, pola Head & Shoulder sering disebut juga SHS Bearish. Sedangkan pola Inverted Head & Shoulder sering disebut SHS Bullish. head-and-shoulders-chart-pattern Head & Shoulder menandakan reversal Bearish (turun) sedangkan Inverted Head & Shoulder menandakan reversal Bullish (naik). Aturan open posisi untuk BUY ataupun SELL dalam pola ini adalah jika pergerakan harga sudah membentuk pola dan terjadi breakout menembus neckline, persis seperti pada gambar diatas. Panjang target TP-nya adalah = jarak Head ke neckline (titik A-B pada gambar) Contoh pada pembahasan diatas adalah pola Head & Shoulder/Inv.Head & Shoulder yang IDEAL, dalam artian pundak (shoulder) kanan dan kiri cenderung sejajar (horizontal). Sebenarnya masih ada lagi pola Head & Shoulder/Inv.Head & shoulder yang NON-IDEAL, yaitu yang “pundaknya miring” alias tidak sejajar horizontal, melainkan cenderung diagonal seperti trendline. Supaya kalian tidak bingung, maka untuk sementara ini kita hanya fokus ke Pola Head & Shoulder/Inv.Head & Shoulder yang IDEAL saja, sedangkan pola yag NON-IDEAL akan kita ulas dilain waktu.

  • Falling Wedge / Rising Wedge

Pola Wedge ini berbentuk seperti baji, seperti Channel (saluran miring) yang ujungnya menyempit, namun tidak menyatu seperti segitiga. Jadi bisa juga pola Wedge ini disebut sebagai pola jajaran genjang yang tidak sejajar.
Pada market forex sebenarnya ada beberapa varian dari pola Wedge ini, namun untuk mempermudah pembelajaran, maka disini akan kita ulas bersama 2 pola Wedge yang sering muncul di market, yaitu:
Falling Wedge dan Rising Wedge

Berikut ini adalah gambar masing-masing pola Wedge tersebut:

Idealnya Pola Wedge ini memiliki 7 wave koreksi (7x pantulan) di dalam wedge-nya sebelum akhirnya breakout, namun tak jarang sebelum terbentuk sempurna 7 wave, harga keburu breakout duluan, ini disebut pola Wedge Non-Ideal dan bisa terjadi akibat dampak dari news high impact.

Menurut Thomas N.Bulkowski, aturan dari pola Wedge ini adalah:
Falling Wedge —> target reversal bullish sebesar 70% x jarak 1 ke 2
Rising Wedge —> target reversal bearish sebesar 46% x jarak 1 ke 2

Pola Falling Wedge dan Rising Wedge ini memiliki frekwensi kemunculan di market yang cukup tinggi dan memiliki keunikan tersendiri, karena sebenarnya Pola ini memiliki korelasi negatif (kebalikan) dengan Pola Flag.

Mari kita bandingkan dengan pola Flag:

dari perbandingan diatas, dapat kita lihat bahwa:

– Falling Wedge = kebalikan dari Bearish Flag
– Rising Wedge = kebalikan dari Bullish Flag

Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan tentang pola Wedge ini adalah: kita baru OP saat terjadi breakout
sehingga dapat kita sebut juga bahwa pola Wedge ini cukup riskan dibanding pola-pola lainnya, karena pada kenyataannya pergerakan harga itu sendiri seringkali menipu (seolah breakout, namun ternyata balik lagi).

Lantas bagaimana tips dan trik-nya untuk trading menggunakan pola Wedge ini? Nah, tips nya adalah kita harus pandai2 menggunakan TRENDLINE untuk mengukur bentuk pola Wedge itu sendiri, sehingga didapat batas2 yang presisi dari pola Wedge-nya.
Sedangkan trik-nya adalah:
-mencari close candle diatas trendline atas pada TF yang lebih kecil, untuk penanda breakout pada pola Falling Wedge, dan
– mencari close candle dibawah trendline bawah pada TF yang lebih kecil, untuk penanda breakout pada pola Rising Wedge.

Dasar dari trik ini adalah pengertian dari Breakout itu sendiri, yaitu:
Breakout Bullish = close diatas/menembus resisten, dan
Breakout Bearish = close dibawah/menembus support.

 

Sampai disini dulu pembahasan kita mengenai Chart Pattern Reversal, dimana tiap pola memiliki karakteristik sendiri-sendiri dan tak jarang pula nantinya akan kita jumpai rangkaian beberapa chart pattern secara berurutan membentuk sebuah siklus dalam pergerakan harga di market. Semakin kita memahami dan semakin sering berlatih menganalisa menggunakan materi-materi chart pattern baik itu Penerusan ataupun Reversal, niscaya kita akan mampu “membaca” arah market sebelum terjadi.
Dan jika kita sudah mahir dan berhasil menemukan “siklus” pergantian chart pattern, maka bukan tak mungkin trading kita nanti seolah market nurut ama kita, atau istilah lazimnya “Dance with the market”.

Salam Profit !!!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here