Berita forex minggu ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Crude Oil Inventories pada Rabu malam; berikutnya rilis Core CPI m/m dan Core Retail Sales m/m pada Kamis malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Average Earnings Index 3m/y Inggris pada Rabu sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data CPI y/y China pada Senin pagi.

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar agak menguat dari level 14 bulan terendahnya oleh data tenaga kerja yang melampaui ekspektasi sehingga menguatkan perkiraan pasar akan kenaikan suku bunga the Fed berikutnya, di mana secara mingguan index dollar AS menguat ke level 96.02. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau stabil sekitar level 1.1403. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1444 dan kemudian 1.6170, sementara support pada 1.1117 dan 1.0838.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.2887 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3046 dan kemudian 1.3121, sedangkan support pada 1.2634 dan 1.2500. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat level 113.87. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 113.12 dan 114.36, serta support pada 109.10 serta level 108.12. Sementara itu, Aussie dollar terpantau stabil sekitar level 0.7604. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7748 dan 0.7778, sementara support level di 0.7518 dan 0.7372.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau kembali terkoreksi oleh kuatnya rilis data tenaga kerja dan kenaikan dollar, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang melemah terbatas ke level $1212.15 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1295 dan berikut $1337, serta support pada $1195 dan $1180. Di Indonesia, harga emas terpantau melemah ke level Rp521,722.

Banyak pelaku pasar pada minggu-minggu ini agak ragu karena kondisi pasar yang sepertinya sedang tidak jelas. Fluktuatif, variatif, terkesan tanpa tren yang jelas. Ada sebagian investor pun bereaksi secara sepertinya over-reactive. Apapun itu, tidak mudah bereaksi bahkan secara logis pun pada saat pasar sedang gonjang-ganjing. Ini, antara lain, menunjukkan kuatnya fenomena psikologis dalam pasar, baik dalam individu per investor maupun di level pasar secara universal yang bisa disebut sebagai psikologi pasar. Bagaimana pun, tidak mudah untuk mengikuti, memahami, apalagi memanfaatkan gejolak pasar yang naik turun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here