Presiden AS, Donald Trump yang tidak puas dengan hasil negosiasi dagang dengan China membuat pasar kembali cemas akan kemungkinan terjadi perang dagang yang membuat aset-aset berisiko (bursa saham) tertekan, dan menjadi sentimen positif bagi aset-aset safe haven.

Fokus utama hari ini tertuju pada data inflasi atau CPI inggris serta FOMC minutes. Selain itu serangkaian data aktivitas manufaktur dan jasa dari zona euro juga akan menjadi penggerak EURUSD.

Potensi Pergerakan

Emas
Emas yang menyandang status safe haven menguat di awal perdagangan hari ini, namun berpotensi kembali melemah jika FOMC minutes pukul 01:00 WIB (Kamis dini hari) mengindikasikan The Fed dapat menaikkan suku bunga tiga kali lagi di tahun ini. Target penurunan masih di kisaran 1280, dengan resisten di 1300.

Minyak Mentah
Aksi profit taking membuat harga minyak mentah melemah pada perdagangan Selasa. Namun jika EIA pada pukul 21:30 WIB menunjukkan stok di AS berkurang lebih dari 2,5 juta barel, harga minyak mentah berpeluang menguat ke area 73.00. Support berada di kisaran 71.60.

EURUSD
Rilis data aktivitas manufaktur dan jasa dari beberapa negara di zona euro mulai pukul 14:00 WIB akan menjadi penggerak EURUSD. Melihat estimasi melambatnya aktivitas bisnis tersebut EURUSD berpotensi melemah ke area 1.1710, dengan resisten terdekat di kisaran 1.1800 – 1.1810.

GBPUSD
Data CPI Inggris pukul 15:30 WIB jika dirilis lebih rendah dari 2,5% berpotensi menekan GBPUSD ke area 1.3330, dengan resisten terdekat di kisaran 1.3450.

USDJPY
Melemahnya bursa saham pada hari ini memberikan keuntungan bagi yen yang berstatus safe haven, dampaknya USDJPY berpeluang turun pada hari ini dengan target ke area 110.00. Resisten terdekat di kisaran 110.80.

AUDUSD
Kembali munculnya kecemasan akan kemungkinan perang dagang AS – China membuat AUDUSD tertekan dan berpotensi melemah ke area 0.7515, dengan resisten di kisaran 0.7590.