Setelah kekhawatiran perang dagang mereda pasca pernyataan Presiden China, Xi Jinping, yang akan membuka pintu hubungan dagang global, kini investor menanti keberlanjutan kekuatan dollar di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara AS dan Suriah yang cenderung berpotensi menahan kekuatan dollar. Meski begitu, dollar punya potensi kembali menguat jika data inflasi AS pukul 19.30 WIB nanti dirilis optimis. Disusul dengan minutes rapat FOMC dirilis pukul 01.00 WIB nanti yang akan memberikan outlook kebijakan moneter The Fed, terutama terkait kenaikan suku bunga.

Pada sesi perdagangan Asia telah rilis data inflasi dan indeks harga produsen China yang berpotensi menggerakan pasangan AUDUSD. Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Philip Lowe, juga dijadwalkan akan menyampaikan pidatonya pukul 12.00 WIB yang mungkin akan menyinggung terkait kebijakan moneter RBA.

Di sesi perdagangan Eropa, akan rilis data produksi manufaktur dan neraca perdagangan Inggris pukul 15.30. Fokus utama investor adalah pidato Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi pukul 18.00 WIB. Investor menantikan konfirmasi mengenai pernyataan anggota ECB Ewald Nowotny semalam yang mengatakan bahwa sudah waktunya ECB untuk mengakhiri stimulusnya di akhir tahun 2018 ini.

Pukul 21.30 WIB akan rilis laporan persediaan minyak AS dari Energy Information Administration (EIA) setelah pukul 03.30 WIB dini hari tadi American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak AS bertambah 1,7 juta barel.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas kembali berpotensi untuk menguat seiring meningkatnya ketegangan tensi geopolitik antara AS dan Suriah karena risiko AS yang berpotensi akan menggunakan senjata kimia di Suriah. Harga emas mengincar resisten level 1347 dengan support terlihat di $1333.

Minyak Mentah

Ketegangan geopolitik di Suriah berpotensi mengganggu produksi minyak di Timur Tengah dan dapat memicu kenaikan harga minyak mentah untuk menguji resisten $66.60. Jika sentimen bertambahnya persediaan minyak AS yang dilaporkan API yang mendominasi, maka pergerakan minyak mentah berpeluang menguji support $64.80 sambil menanti laporan dari EIA.

EURUSD

Jika Presiden ECB Draghi mengkonfirmasi untuk mengakhiri stimulus untuk pengetatan moneter, maka EURUSD berpeluang untuk menguat menguji resisten 1.2410. Support terlihat di 1.2310.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi menguat hari ini jika data produksi manufaktur Inggris dirilis lebih baik dari ekspektasi di tengah outlook kenaikan suku bunga BoE. Resisten yang akan diuji terlihat di level 1.4245 dengan support di level 1.4120.

USDJPY

Sentimen melemahnya dollar karena risiko geopolitik antara AS dan Surian berpotensi membawa USDJPY untuk turun menguji support 106.75 jika harga konsisten di bawah resisten 107.50.

AUDUSD

Rilis data inflasi dan indeks harga produsen China yang mengecewakan berpotensi menekan pergerakan AUDUSD menguji support 0.7730, tetapi jika Gubernur RBA Lowe menyampaikan pernyataan hawkish, AUDUSD berpotensi menguat mengincar resisten 0.7790.