Berita forex hari ini – Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) akan menjadi tajuk utama hari ini, meski sejumlah data ekonomi dari Inggris dan Australia juga akan menuai respon dari pasar.

Data inflasi Australia akan memulai rilis data penting hari ini, dengan laju inflasi dilaporkan melambat menjadi 0.2% di kuartal kedua dari 0.5% di kuartal pertama. Melambatnya laju inflasi akan membuat bank sentral berpikir dua kali untuk menaikkan suku bunga, dan berpotensi menekan AUDUSD turun.

Pidato dari Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe pukul 10:05 WIB akan memberikan sentimen lebih lanjut pada pasar. Investor akan menantikan respon gubernur bank sentral terhadap data inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.

Di sesi Eropa, rilis data GDP Inggris akan menyita perhatian dari investor, di mana pertumbuhan GDP diperkirakan berakselarasi menjadi 0.3% di kuartal kedua dari 0.2% di kuartal pertama. Angka GDP yang positif berpotensi menguatkan peluang kenaikan suku bunga di tengah melambatnya laju inflasi Inggris dan akan mendorong naik pasangan mata uang GBPUSD.

Setelah itu, rilis data penjualan rumah baru di AS akan menjadi salah satu yang ditunggu oleh investor jelang rilis data suplai minyak mentah mingguan oleh EIA pukul 21:30 WIB. Suplai minyak diperkirakan mengalami penurunan sebanyak 3.3 juta barel pekan lalu, menyusul penurunan sebanyak 4.7 juta barel pada pekan sebelumnya. Penurunan yang lebih banyak dari estimasi berpotensi melanjutkan rally harga minyak menyusul keputusan OPEC membatasi produksi Nigeria dan ekspor Arab Saudi.

Pukul 01:00 WIB dini hari FOMC akan merilis keputusan suku bunga dan pernyataan terkait outlook ekonomi. Meski diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan suku bunganya, pasar akan menantikan sinyal kenaikan selanjutnya di tahun ini. Menguatnya peluang kenaikan suku bunga di bulan September maupun Desember akan membuka pintu bagi penguatan dollar terhadap mata uang utama lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here