Berita Forex Hari Ini Kamis, 26 Januari 2017:
Hari libur bak-bank di Australia (Australia Day)

Jam 14:00 WIB: data neraca perdagangan Swiss bulan Desember 2016 (Berdampak medium pada CHF)
Indikator ini mengukur perbedaan nilai ekspor dan impor Swiss dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y). Karena populasi Swiss yang relatif kecil dengan sumber daya alam yang sangat terbatas, maka perdagangan luar negeri menjadi sangat penting bagi perekonomian Swiss. Partner dagang utama Swiss adalah Jerman, Perancis, Italia dan Amerika Serikat sehingga tingkat permintaan dari negara-negara tersebut akan berdampak pada perdagangan Swiss.

Sejak Juni 2014 neraca perdagangan Swiss selalu surplus. Bulan Nopember 2016 lalu surplus sebesar CHF 3.64 milyard (y/y), lebih tinggi dari perkiraan yang akan surplus CHF 3.57 milyard dan juga lebih tinggi dari bulan Oktober yang surplus CHF 2.66 milyard. Pada bulan Nopember 2016 ekspor y/y naik 2.5% ke CHF 18.8 milyard sementara impor y/y turun 0.4% ke CHF 15.20 milyard.

Untuk bulan Desember 2016 diperkirakan perdagangan Swiss y/y akan kembali surplus sebesar CHF 2.81 milyard. Surplus yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan CHF.

Jam 14:00 WIB: indeks kepercayaan konsumen Jerman versi Gfk bulan Pebruari 2017 (Berdampak medium pada EUR)
Indeks kepercayaan konsumen di Jerman ini dirilis oleh Gfk dan dibuat berdasarkan survey terhadap 2000 responden mengenai keadaan ekonomi saat ini dan perkiraan untuk beberapa waktu kedepan. Pertanyaan yang diajukan termasuk keadaan finansial dan produk kebutuhan pokok yang dikonsumsi.

Indeks ini adalah indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas perekonomian pada umumnya. Meski demikian indikator ini dampaknya tidak sebesar indeks IFO Business Climate karena cakupan responden IFO lebih besar dan lebih berpengaruh pada pasar.

Indeks kepercayaan konsumen Jerman untuk bulan Januari 2017 berada pada angka 9.9, lebih tinggi dari perkiraan yang 9.8 dan yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir akibat naiknya indeks income expectations. Untuk bulan Pebruari 2017 diperkirakan indeks akan berada pada angka 10.0. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan EUR.

Jam 16:30 WIB: data Preliminary Gross Domestic Product (GDP) Inggris kwartal ke 4 tahun 2016 (Berdampak tinggi pada GBP)
GDP dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara dan biasanya diumumkan per kwartal. Angka GDP menyatakan perubahan persentase nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan periode sebelumnya. Di Inggris sektor yang menyumbang perubahan GDP adalah produksi, jasa, konstruksi dan agrikultur.

GDP Inggris dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) 3 kali per kwartal yaitu preliminary, second estimate dan final, masing-masing dalam basis kwartal (q/q) dan tahunan (q/y). Yang berdampak tinggi biasanya data q/q. Preliminary adalah rilis awal sehingga lebih berdampak, namun jika pada second release dan final terjadi perubahan maka akan bisa berdampak tinggi juga.

Kwartal ke 3 tahun 2016 ekonomi Inggris tumbuh 0.6% (revisi dari data sebelumnya yang tumbuh 0.5%), lebih tinggi dari perkiraan yang akan tumbuh 0.3% dan sama dengan pertumbuhan kwartal kedua (tertinggi sejak kwartal ke 4 tahun 2015). Sementara dalam basis tahunan (q/y) GDP kwartal ke 3 tahun 2016 tumbuh 2.2%, tertinggi sejak kwartal kedua tahun 2015.

Pertumbuhan kwartal ke 3 tahun 2016 tersebut disebabkan oleh meningkatnya pengeluaran konsumen (+1.8%) dan sektor jasa (+1.0%), sementara ekspor mengalami kontraksi. Untuk kwartal ke 4 tahun 2016 diperkirakan GDP q/q akan tumbuh 0.5% dan GDP q/y akan kembali tumbuh 2.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

Jam 20:30 WIB: data Jobless Claims AS per 20 Januari 2017 (Berdampak tinggi pada USD)
Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data initial.

Minggu lalu Jobless Claims AS naik 15,000 ke 234,000 klaim dibandingkan data minggu sebelumnya yang direvisi naik dari 247,000 ke 249,000 klaim, masih lebih rendah dari perkiraan 252,000 klaim dan yang terendah sejak bulan Nopember 1973, sementara klaim rata-rata 4 mingguan turun 10,250 ke angka 246,750 dibandingkan data rata-rata minggu lalu yang 257,000 (revisi dari data sebelumnya yang 256,500).

Jobless Claims di AS berada dibawah angka 300,000 selama 98 minggu berturut-turut, menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang stabil. Untuk minggu ini diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan kembali naik 13,000 ke 247,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 20:30 WIB: data neraca perdagangan AS (khusus barang) bulan Desember 2016 (Berdampak medium pada USD)
Indikator ini pertama kali dirilis pada 30 Juli 2015 lalu dan disebut juga dengan International Trade in Goods atau Advance Trade In Goods. Perdagangan barang mempunyai porsi 75% dari perdagangan total dan dirilis 5 hari sebelum neraca perdagangan total.

Hasil yang positif atau surplus menunjukkan ekspor yang lebih tinggi dari impor, dan sebaliknya jika impor barang lebih tinggi akan terjadi defisit. Perdagangan yang surplus akan berdampak positif pada nilai tukar USD, dan sebaliknya jika perdagangan defisit akan berdampak negatif pada USD.

Bulan Nopember 2016 lalu International Trade in Goods di AS mengalami defisit sebesar USD 66.6 milyard, lebih rendah dari perkiraan yang akan defisit USD 61.5 milyard dan merupakan defisit tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Untuk bulan Desember 2016 diperkirakan akan kembali defisit USD 64.5 milyard. Defisit yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

Jam 22:00 WIB: data New Home Sales AS bulan Desember 2016 (Berdampak medium-tinggi pada USD)
Data ini dirilis oleh Biro Sensus AS, mengukur jumlah penjualan rumah baru di AS selama periode satu bulan. Rilis data ini berdampak tinggi karena penjualan rumah baru akan memicu konsumsi produk-produk lainnya disamping perusahaan leasing dan broker property juga akan memperoleh penghasilan dari transaksi jual beli rumah tersebut.

Indikator ini sering digunakan sebagai konfirmator untuk trend penjualan perumahan dan pengeluaran konsumen. Jika perekonomian sedang mengalami kontraksi atau resesi, New Home Sales adalah salah satu indikator fundamental yang mengisyaratkan keadaan tersebut.

Bulan Nopember 2016 lalu penjualan rumah baru di AS melonjak 5.2% ke angka 592,000 unit dibandingkan bulan Oktober yang mencapai 563,000 unit, lebih tinggi dari perkiraan yang 575,000 unit dan yang tertinggi sejak bulan Juli 2016. Kenaikan tersebut disebabkan oleh penjualan rumah baru di bagian barat yang naik 7.7% ke 154,000 unit, dan di bagian midwest yang naik 43.8% ke 92,000 unit, sementara di bagian selatan mengalami kontraksi 3.1% ke 313,000 unit.

Untuk bulan Desember 2016 diperkirakan penjualan rumah baru akan mencapai 585,000 unit. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here