Sentimen pelemahan dolar yang didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang dagang antara AS dan China karena Washington hanya menerapkan tarif 10% untuk saat ini, sebelum menaikan menjadi 25% di akhir tahun 2018, daripada langsung naikan menjadi 25% berpotensi menopang kenaikan aset berisiko dan harga emas dalam jangka pendek.

Sementara itu fokus lainnya akan tertuju pada perkembangan Brexit setelah PM Theresa May menolak usulan Uni Eropa terkait perbatasan Irlandia dan adanya pernyataan dari Presiden Uni Eropa Jean Claude Juncker yang mengatakan bahwa kesepakatan Brexit “masih jauh” untuk tercapai. Data ekonomi penting hari ini akan datang dari perilisan suku bunga SNB pukul 14.30 WIB, retail sales Inggris pukul 15.30 WIB, Philadelphia Fed Manufacturing Index AS pukul 19.30 WIB, Existing Home Sales AS pukul 21.00 WIB dan pidato Presiden Bundes Bank Jens Weidmann pukul 22.15 WIB.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang menguat dalam jangka pendek di tengah pelemahan dolar AS seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang dagang antara AS dan China dengan mengincar resisten di $1210-$1212. Sementara itu jika harga bergerak turun, level support terlihat di $1200-$1197.

Minyak

Sentimen turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan EIA kemarin serta ekspektasi untuk suplai minyak global yang ketat berpeluang menopang kenaikan harga minyak dalam waktu dekat untuk membidik level resisten di $71.60 – $72.10. Sementara itu jika melemah, level support berada di $71.00-$70.50.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk mengincar level resisten di 1.1700 – 1.1720 di tengah sentimen pelemahan dolar AS serta kenaikan yield obligasi Italia. Namun jika pasar mengkhawatirkan ketidakpastian Brexit, EURUSD berpotensi untuk berbalik turun mengincar support di 1.1640 – 1.1625. Data dan event penting hari ini akan tertuju pada data consumer confidence zona Euro pukul 21.00 WIB dan pidato Presiden Bundes Bank Jens Weidmann pukul 22.15 WIB.

GBPUSD

Keputusan PM Theresa May yang menolak usulan Uni Eropa terkait perbatasan Irlandia serta pernyataan Presiden Uni Eropa Jean Claude Juncker yang mengatakan bahwa kesepakatan Brexit “masih jauh” untuk tercapai, berpotensi akan menjadi beban bagi pergerakan GBPUSD dengan mengincar support di 1.3100 – 1.3060. GBPUSD berpotensi untuk dapatkan sentimen positif jika data retail sales Inggris dirilis optimis dengan membidik resisten di 1.3180 – 1.3220.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek jika sentimen pelemahan dolar masih mendominasi pergerakan pasar dengan membidik level support di 112.00 – 111.60. Namun dengan outlook Bank of Japan yang masih dovish, USDJPY berpotensi untuk bergerak naik dengan level resisten berada di 112.60 – 113.00

AUDUSD

Meredanya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang dagang AS dan China serta menguatnya harga komoditas, khususnya tembaga, berpeluang mempertahankan penguatan AUDUSD dalam jangka pendek dengan mengincar resisten di 0.7290 – 0.7310. Namun, jika investor melakukan aksi profit taking pasca penguatan selama tiga sesi terakhir, AUDUSD berpeluang melemah untuk membidik support di 0.7230 – 0.7200