Berita Forex Hari Ini 15 Maret 2017

0
182

Berita Forex Hari Ini Rabu, 15 Maret 2017:

Jam 06:30 WIB: indeks kepercayaan konsumen Australia versi Westpac bulan Maret 2017 (Berdampak medium pada AUD)

Data yang dirilis oleh Westpac Banking Corporation ini sering disebut juga dengan Westpac-Melbourne Institute Consumer Confidence. Hasil rilis menunjukkan persentasi perubahan dari rilis sebelumnya. Data ini dibuat berdasarkan survey terhadap 1200 konsumen mengenai tingkat kondisi perekonomian Australia yang akan datang, kondisi tenaga kerja dan iklim bisnis, dan adalah indikator awal untuk pengeluaran konsumen.

Bulan Pebruari lalu indeks kepercayaan konsumen naik 2.3% ke angka 99.6 dibandingkan bulan Januari yang 97.4. Persentase kenaikan tersebut adalah yang tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Untuk bulan Maret 2017 pasar tidak memberikan perkiraan, dan jika hasil rilis lebih baik dari persentase perubahan bulan sebelumnya (+2.3%) maka akan cenderung mendukung penguatan AUD.

Jam 16:30 WIB
: indeks upah rata-rata per minggu di Inggris bulan Januari 2017 (3m/y) (Berdampak tinggi pada GBP)

Data yang dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) setiap bulan ini mengukur perubahan tingkat upah rata-rata di Inggris termasuk bonus, dari sektor swasta dan pemerintahan. Tampilan data berupa perubahan rata-rata upah mingguan dalam 3 bulan terakhir dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Upah selalu dikaitkan dengan besaran inflasi guna memperkirakan tingkat biaya hidup. Tingkat upah merupakan salah satu data yang ikut dipertimbangkan BoE dalam menentukan suku bunga.

Bulan Desember 2016 lalu upah rata-rata per minggu termasuk bonus naik 2.6%, lebih rendah dari perkiraan dan bulan Nopember yang naik 2.8% (tertinggi sejak bulan September 2015). Untuk bulan Januari 2017 diperkirakan upah rata-rata per minggu termasuk bonus akan kembali naik 2.4%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

Jam 16:30 WIB: data Jobless Claims Inggris bulan Pebruari 2017 (Berdampak tinggi pada GBP)

Jobless Claims Change atau Claimant Count Change mengukur perubahan jumlah klaim pengangguran guna memperoleh kompensasi dari pemerintah, sedang Claimant Count Rate menyatakan persentasi perubahan data yang sama dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah klaim yang tinggi menunjukkan meningkatnya jumlah pengangguran yang akan berpengaruh pada pengeluaran konsumen. Jumlah klaim tunjangan pengangguran Inggris dirilis sebulan lebih cepat dari data tingkat pengangguran.

Bulan Januari lalu klaim tunjangan pengangguran di Inggris berkurang 42,400, jauh lebih baik dari perkiraan yang akan bertambah 1,100 klaim dan merupakan penurunan klaim tertinggi sejak bulan Oktober 2013. Untuk bulan Pebruari 2017 diperkirakan klaim tunjangan pengangguran di Inggris akan kembali bertambah 3,200. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan atau bahkan berkurang akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

Jam 16:30 WIB: data tingkat pengangguran di Inggris bulan Januari 2017 (Berdampak medium pada GBP)

Indikator ini disebut juga dengan ILO Unemployment Rate, mengukur jumlah tenaga kerja usia produktif yang sedang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan selama kurun waktu 3 bulan terakhir. Disamping pertumbuhan dan tingkat inflasi tahunan, bank sentral (BoE) juga memperhatikan data tingkat pengangguran sebagai acuan dalam mengambil kebijakan, terutama perubahan tingkat suku bunga.

Sejak Januari 2014 tingkat pengangguran di Inggris terus menyusut. Bulan Desember 2016 lalu berada pada angka 4.8%, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan sebelumnya (terendah sejak September 2015), sementara tingkat partisipasi bulan Desember 2016 berada pada angka 78.4%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 78.3%. Untuk bulan Januari 2017 diperkirakan tingkat pengangguran akan kembali berada pada angka 4.8%. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

Jam 19:30 WIB
: data Consumer Price Index (CPI) AS bulan Pebruari 2017 (Berdampak tinggi pada USD)

Data inflasi ini dirilis oleh biro statistik tenaga kerja AS, mengukur persentasi perubahan data CPI dibandingkan periode sebelumnya. Pada saat yang sama akan dirilis CPI total dan CPI inti (Core CPI) yang tidak termasuk harga makanan dan energi, masing-masing untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan data bulan sebelumnya dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Keduanya berdampak tinggi terutama data y/y. The Fed memperhatikan data CPI total y/y dan CPI inti y/y sebagai acuan inflasi tahunan AS.

Bulan Januari lalu CPI total y/y naik 2.5%, lebih tinggi dari target The Fed yang 2.0% dan juga lebih tinggi dari perkiraan yang 2.4%. Inflasi tahunan bulan Januari tersebut adalah yang tertinggi sejak bulan Maret 2012, sementara untuk basis bulanan (m/m) CPI total naik 0.6%, juga lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.3% dan yang tertinggi sejak bulan Pebruari 2013.

Naiknya inflasi bulan Januari tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya harga energi (+10.8%), sewa apartemen (+3.5%), jasa transportasi (+3.2%) dan pelayanan kesehatan (+3.9%), sementara harga makanan turun 0.2%.

CPI inti y/y bulan Januari 2017 naik 2.3%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 2.1% dan yang tertinggi sejak bulan Agustus 2016, sedang CPI inti m/m naik 0.3%, tertinggi dalam 5 bulan terakhir.

Untuk bulan Pebruari 2017 diperkirakan inflasi tahunan (CPI total y/y) akan kembali naik 2.7%, CPI total m/m diperkirakan stagnan atau 0.0%, CPI inti y/y akan naik 2.2% dan m/m akan naik 0.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 19:30 WIB
: data Retail Sales AS bulan Pebruari 2017 (Berdampak tinggi pada USD)

Angka penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentase perubahan penjualan retail dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Ada dua rilis, penjualan retail inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales atau Retail Sales Ex Autos), dan penjualan retail total atau disebut juga Advance Retail Sales, masing-masing untuk data perubahan bulanan (month over month atau m/m) dan data tahunan (year over year atau y/y). Penjualan retail bulanan lebih berdampak.

Bulan Januari lalu Advance Retail Sales AS m/m naik 0.4%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.1% tetapi lebih rendah dari bulan Desember 2016 yang naik 1.0% (tertinggi sejak September 2016). Penjualan retail inti bulan Desember naik 0.8%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.4% dan yang tertinggi sejak Juni 2016. Untuk Advance Retail Sales bulan Januari 2017 y/y naik 5.6%, tertinggi dalam setahun terakhir.

Kenaikan penjualan retail bulan Januari terjadi pada stasiun bahan bakar (+2.3%), toko sarana hobby dan olahraga (+1.8%), cafe dan bar (+1.4%) dan toko peralatan elektronika (+1.6%), sementara penjualan di toko kendaraan bermotor turun 1.4%.

Untuk bulan Pebruari 2017 diperkirakan Advance Retail Sales m/m akan kembali naik 0.2% dan Core Retail Sales m/m akan naik 0.1%, dan Advance Retail Sales y/y akan naik 5.5%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 22:30 WIB
: data persediaan minyak untuk industri di AS per 10 Maret 2017 (Berdampak tinggi pada OIL/USD dan berdampak medium pada CAD)

Data ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels, yang mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barrel) untuk industri di AS.

Meski indikator ini dirilis oleh AS namun berdampak juga pada CAD mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Canada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.

Minggu lalu persediaan minyak untuk industri kembali bertambah sebesar 8.21 juta barrel, lebih tinggi dari perkiraan yang akan bertambah 1.66 juta barrel dan yang tertinggi dalam 3 minggu terakhir. Untuk minggu ini diperkirakan akan kembali bertambah 1.40 juta barrel, Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan berdampak positif pada harga OIL/USD.

Kamis, 16 Maret 2017:

Jam 01:00 WIB: hasil meeting FOMC :

1. Statement FOMC dan pengumuman suku bunga The Fed bulan Maret 2017 (Berdampak tinggi pada USD)

FOMC memberikan statement mengenai kebijakan moneter rata-rata 8 kali dalam setahun, bersamaan dengan pengumuman suku bunga. Penentuan suku bunga dilakukan dengan cara voting, dan hasil voting secara individu serta komentar-komentarnya dimuat dalam statement FOMC yang dirilis seusai meeting. Selain tingkat suku bunga, statement juga berisi mengenai kebijakan lainnya dan perkiraan kondisi ekonomi di waktu mendatang yang bisa mempengaruhi kebijakan bank sentral.

Pada meeting 1-2 Pebruari lalu yang tidak disertai dengan konperensi pers FOMC memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 0.5% hingga 0.75%. Statement yang dirilis seusai meeting tidak memberi petunjuk waktu kenaikan suku bunga ditengah belum jelasnya rencana kebijakan fiskal presiden Trump, namun para anggota FOMC yakin dan mengisyaratkan untuk tetap pada rencana menaikkan suku bunga secara bertahap dalam tahun ini yang akan dimulai pada meeting berikutnya.

Dari pernyataan dan komentar hawkish beberapa pejabat The Fed yang juga anggota FOMC, dan dengan membaiknya data inflasi, tenaga kerja, tingkat pengangguran, sektor manufaktur dan kepercayaan konsumen, analis dan pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga pada meeting FOMC hari ini sudah hampir bisa dipastikan, dengan kenaikan sebesar 0.25% yaitu antara 0.75% hingga 1.00%.

Pasar telah mendiscount kenaikan suku bunga bulan Maret ini dengan USD yang rally dalam 6 minggu terakhir. Jika suku bunga naik dan statement FOMC dianggap hawkish maka USD akan cenderung menguat, tetapi jika statement dianggap dovish dan tidak ada isyarat kenaikan pada meeting berikutnya maka USD akan cenderung melemah. Dan jika suku bunga tidak jadi naik, maka USD akan melemah tajam.

2. Proyeksi ekonomi AS (Berdampak tinggi pada USD)

Laporan ini meliputi proyeksi FOMC untuk inflasi, pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran untuk dua tahun mendatang dan dirilis 4 kali dalam setahun. Pada proyeksi terakhir yang dirilis tanggal 15 Desember 2016 lalu, pertumbuhan tahun ini (2017) direvisi naik dari 2.0% pada proyeksi bulan September lalu ke 2.1%, dan tingkat pengangguran direvisi turun dari 4.6% ke 4.5%.

Pada dot plot suku bunga, tahun ini The Fed merencanakan kenaikan 3 kali dibandingkan proyeksi bulan September yang 2 kali. Namun demikian implementasinya akan sangat bergantung pada data fundamental ekonomi dan rencana kebijakan fiskal presiden Trump. Proyeksi ekonomi pada meeting 14-15 Desember lalu bisa dibaca disini.

Jam 01:30 WIB
: konperensi pers FOMC yang dihadiri ketua The Fed Janet Yellen (Berdampak tinggi pada USD)

Pada meeting kali ini pelaku pasar menunggu keterangan Yellen mengenai peluang kenaikan suku bunga pada meeting berikutnya, bulan Juni atau September. Jika menilik rencana kebijakan presiden Trump, pengeluaran pemerintah dan pemotongan pajak akan memacu laju inflasi yang akan menyebabkan frekuensi kenaikan suku bunga lebih tinggi.

Jika komentar dan pernyataan Yellen dianggap hawkish maka USD akan cenderung menguat, sebaliknya jika tidak ada isyarat atau estimasi kenaikan pada meeting berikutnya dan komentarnya dianggap dovish maka USD akan cenderung melemah. Konperensi pers Janet Yellen bisa dipantau disini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here