Pemerintah AS dibawah Presiden Donald Trump, kembali mengumumkan tarif impor sebesar 10% terhadap produk dari China senilai $200 milyar, yang membuat isu perang dagang kembali memanas dan meningkatkan violatilitas pasar.

Selain itu data indeks harga produsen AS atau PPI dapat menjadi penggerak harga emas selanjutnya. Sementara laporan EIA stok di AS oleh EIA pada pukul 21:30 WIB akan meningkatkan volatilitas harga minyak mentah.

Potensi Pergerakan

Emas

Memanasnya perang dagang belum sanggup mendorong kenaikan harga emas yang melemah pagi ini. Logam mulia ini terlihat tertekan oleh indeks dollar yang menguat, namun jika data PPI dan Core PPI AS pukul 19:30 WIB dirilis lebih rendah dari perkiraan dan dollar tertekan, harga emas berpeluang menguat ke area 1260. Support berada di kisaran 1245.

Minyak Mentah

Harga minyak mentah turun lebih dari $1 ke $73.19 pada awal perdagangan hari ini. Jika EIA melaporkan peningkatan stok, harga minyak mentah berpotensi melanjutkan penurunan ke area 72.65, dengan resisten di kisaran 74.15.

EURUSD

Pidato Presiden ECB pada pukul 14:00 WIB berpeluang menggerakkan EURUSD jika menyinggung masalah kebijakan moneter. Selama tidak menembus ka bawah support 1.1690, EURUSD berpeluang menguat ke 1.1770.

GBPUSD

Isu politik Inggris masih membatasi peluang penguatan GBPUSD, selama tidak menembus ke atas level 1.3300, GBPUSD berpotensi turun ke area 1.3200.

USDJPY

Permintaan terhadap yen sebagai safe haven mengalami peningkatan akibat memanasnya perang dagang AS – China. USDJPY berpeluang turun ke 110.20 jika mampu menembus support terdekat di kisaran 110.65. Area 111.20 menjadi resisten terdekat.

AUDUSD

AUDUSD turut terseret perang dagang AS – China, pasangan mata uang ini turun sekitar 40 pip di awal perdagangan. Penurunan lebih lanjut berpeluang menguji support di kisaran 0.7385. Resisten terdekat berada di kisaran 0.7445.