Belajar Elliott Wave

0
185

Mengenal Teori Elliott Wave

Ralph Nelson Elliott

Pada jaman dulu di tahun 1920-an, ada seorang jenius yang berprofesi sebagai akuntan profesional bernama Ralph Nelson Elliott. Karena kepintarannya hingga pada tahun 1924 dia dipercaya oleh Pemerintah Amerika Serikat sebagai Kepala Akuntan untuk Nicaragua, yang pada saat itu jatuh ke dalam kekuasaan Amerika Serikat. Karena sakit pencernaan kronis yang dialaminya, maka Elliott terpaksa pensiun dini pada usia 58 tahun. Dia lalu mengabdikan hidupnya untuk fokus menganalisa pasar saham, sembari menjalani terapi pengobatan di rumahnya.

Elliott mengumpulkan data dari 75 tahun pergerakan harga saham, lalu menganalisanya secara sistematis mulai dengan index pergerakan tahunan hingga pergerakan 30 menitan, dari situlah dia menemukan bahwa pasar saham yang selama ini dianggap kacau oleh mayoritas pelaku pasar dan masyarakat awam, ternyata tidak kacau sama sekali. Malah menurutnya pergerakan suatu trend saham itu sangat bisa diprediksi karena mengikuti suatu pola-pola tertentu yang bisa diukur dan diprediksi menggunakan deret Fibonacci. Ketika berusia 66 tahun, dia akhirnya mengumpulkan cukup bukti (dan keyakinan) untuk membagikan penemuannya kepada dunia.
Dia menerbitkan teorinya dalam sebuah buku berjudul The Wave Principle.

Menurutnya, pasar diperdagangkan dalam siklus berulang, yang ia maksud siklus itu adalah siklus naik/turunnya emosi investor yang disebabkan oleh pengaruh dari fundamental/news (CNBC, Bloomberg, ESPN) atau sentimen psikologi dominan massa pada periode waktu tertentu.

Elliott menjelaskan bahwa ayunan kenaikan dan penurunan harga yang disebabkan oleh psikologi kolektif selalu muncul dalam pola berulang yang sama. Saat pemberitaan news bagus, maka harga selalu naik dan saat ada pemberitaan buruk maka harga akan merosot turun.

Dia menyebut ayunan kenaikan dan penurunan ini sebagai:
Gelombang /Wave

Dia percaya bahwa, jika Anda benar mengidentifikasi pola pengulangan harga, Anda bisa memprediksi kemana harga akan pergi (arah gerakan) berikutnya.

Inilah yang membuat gelombang Elliott begitu atraktif bagi para trader.

Ini memberi mereka cara untuk mengidentifikasi titik-titik yang tepat di mana harga cenderung berbalik arah.
Dengan kata lain, Elliott menemukan sebuah sistem yang memungkinkan para trader untuk mendapatkan BUY di pucuk bawah dan SELL di pucuk atas.

Jadi, di tengah semua kekacauan harga, Elliott menemukan suatu keteraturan. Tak jarang para koleganya menduga bahwa Elliott memiliki kemampuan cenayang karena dia selalu menebak dengan tepat titik pembalikan harga, jauh sebelum itu terjadi. Keren bukan?

Tentu saja seperti setiap jenius gila, dia perlu mengklaim pengamatan ini dan karena itu pada bulan Agustus 1938 dia mempatenkan-nya dengan nama:
Elliott Wave Theory.
Tak lama setelah itu, Bank-Bank besar dunia berebutan meminangnya sebagai analis dunia keuangan, karena performa portofolio tradingnya bertumbuh dengan luar biasa pesat. Kekayaan dan kepopuleran Elliott meningkat drastis, seluruh majalah keuangan dan investasi selalu menaruh artikel tentangnya di halaman depan. Namun sayangnya karena Elliott terlalu fokus dengan pengamatan dan analisanya, kesehatannya menjadi kurang terurus sehingga sakit pencernaan kronisnya kambuh lagi dan menjadi kian parah. Ralph Nelson Elliott sang pembawa perubahan besar di dunia keuangan, akhirnya tutup usia pada tahun 1948 setelah dia menyelesaikan buku terakhirnya yang paling kontroversial dan dipakai hingga sekarang, yakni:
Nature’s Law –The Secret of the Universe


FRACTALS

Sebelum kita menyelidiki lebih lanjut tentang gelombang Elliott, pertama-tama ada baiknya anda perlu memahami tentang FRACTALS.

Fraktal adalah struktur yang dapat dipecah menjadi beberapa bagian, yang masing-masing merupakan salinan keseluruhan yang sama. Matematikawan suka menyebut ini sebagai “kesamaan diri”.

Anda tidak perlu pergi jauh untuk menemukan contoh fraktal. Mereka dapat ditemukan di seluruh alam! kerang laut bersifat fraktal, Kepingan salju adalah fraktal,  awan adalah fraktal, petir itu fraktal, bulir jagung itu adalah fraktal dari tanaman jagung, tonggol jagung itu adalah fraktal dari tanaman jagung. Paham kan?

Jadi mengapa Fraktal dalam Teori Gelombang Elliott itu terbilang penting?

Salah satu kualitas penting gelombang Elliott adalah fraktal. Sama seperti kerang laut, kepingan salju, dan jagung, gelombang Elliott Wave dapat terbagi menjadi gelombang Elliott Wave yang lebih kecil, dan dapat terbagi lagi menjadi gelombang Elliott Wave yang lebih kecil lagi, dst. Namun semua gelombang Elliott Wave yang kecil tersebut tidak akan pernah lepas dari sifat gelombang aslinya yang besar.

Fractals ini dapat kita temui di dalam Metatrader sebagai indikator bawaan standartnya.
Menu Insert –> Indicators –> Bill Williams –> Fractals

Nah, demikian sekilas perkenalan kita dengan dalil Teori Elliott Wave sekaligus sekelumit kisah hidup dari penemunya. Ulasan lebih detail mengenai perhitungan dan aneka gelombang Elliott Wave akan kita ulas di sub-materi selanjutnya.