Bagaimana Prosedur Trading Forex

0
273

Bagaimana Prosedur Trading Forex?

“Di dalam Trading Forex, kita membeli sekaligus menjual mata uang”

Melakukan perdagangan di pasar valuta asing itu sederhana.
Prosedur/mekanisme perdagangan valuta asing itu sangat mirip dengan mekanisme perdagangan di pasar lain (seperti pasar saham), jadi jika Anda memiliki pengalaman dalam perdagangan saham, Anda pasti dapat segera beradaptasi dengan prosedur perdagangan valuta asing (Forex).
Bagi rekan-rekan yang sama sekali masih awam dengan aktivitas Perdagangan/Trading semacam ini, atau bagi rekan-rekan yang sudah pernah tau tapi masih belum begitu mengerti, berikut akan kita ulas bersama secara lebih mendalam lagi.

Pada intinya, mekanisme trading forex adalah untuk menukarkan satu mata uang dengan mata uang yang lain dengan harapan bahwa harga akan berubah, sehingga mata uang yang Anda beli, nilainya akan meningkat jika dibandingkan dengan mata uang yang dulu Anda jual. Untuk lebih mempermudah kita dalam memahaminya, marilah kita simak bersama contoh ilustrasi berikut ini:

Aktivitas Kita
selaku Trader
USD
di dompet kita
IDR/rupiah
di  dompet kita
Kita beli 10.000 USD saat kurs USD/IDR= 12.000 + $10.000 – Rp.120.000.000,-
Seminggu kemudian, kita jual kembali 10.000 USD kita kedalam bentuk rupiah saat kurs USD/IDR= 13.150 – $10.000 + Rp.131.500.000,-
Profit yang kita dapat dalam rupiah adalah: 0 + Rp.11.500.000,-

*pair USD/IDR  belum bisa ditransaksikan secara online-retail/Spot (eceran)

 

Contoh ilustrasi diatas hanyalah sekedar gambaran sederhana dari mekanisme transaksi dalam Perdagangan Forex/Valuta Asing, disajikan dalam Pair USD/IDR semata-mata untuk mempermudah pemahaman kita yang tinggal di Indonesia. Nah, dalam praktek kesehariannya di dalam Pasar Forex itu sendiri, prosedur/mekanisme-nya serupa tapi jauh lebih mudah dan lebih murah. Berkat adanya sistem Leverage dalam Pasar Forex, maka kita tidak perlu harus bertransaksi dalam jumlah besar seperti contoh diatas jika ingin mendapatkan profit. Karena Leverage itu membuat kita bisa bertransaksi dengan ukuran “Eceran” hingga 1/1000-nya dari nilai transaksi Full-Margin.
(contoh ilutrasi diatas termasuk kategori transaksi Full-Margin)

Suatu nilai tukar/kurs pada sejatinya hanyalah rasio perbandingan antara nilai satu mata uang terhadap mata uang lain. Misalnya, nilai tukar USD/IDR itu menunjukkan berapa banyak satu dolar AS dapat membeli IDR/Rupiah, atau berapa banyak Rupiah yang anda perlukan untuk membeli satu dolar AS.

Kurs mata uang itu selalu ditampilkan dalam bentuk Pair/Pasangan.
Misal: EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY atau USD/IDR
Alasan mengapa kok nilai tukar/kurs itu selalu ditampilkan dalam bentuk Pair/Pasangan adalah karena dalam setiap transaksi perdagangan valuta asing itu terjadi proses Membeli satu mata uang sekaligus Menjual mata uang yang lain secara bersamaan.

Cara membaca Kurs/Nilai Tukar
contoh:  USD/IDR= 13.150
pada contoh diatas, USD disebut sebagai Base (mata uang dasar)
dan IDR disebut sebagai Quotes (mata uang tujuan), sedangkan 13.150 itu menunjukkan nilai tukar Quotes jika dibandingkan dengan nilai 1 (satu) Base.

Jadi dalam suatu tampilan Kurs itu, mata uang di sisi kiri selalu disebut
Base (mata uang dasar) dan nilainya selalu 1 (satu).
Sedangkan mata uang di sisi kanan itu selalu disebut Quotes (mata uang tujuan) dan nilainya = harga kurs itu sendiri.

Transaksi Beli  dan  Transaksi Jual  dalam Forex

Didalam Trading Forex, prinsip transaksinya jika disederhanakan adalah:
“membeli Base sekaligus menjual Quotes” dan
“menjual Base sekaligus membeli Quotes”.
Prinsip mekanisme tersebut sudah baku dan tidak bisa ditawar lagi karena sudah diterapkan secara sistematis dan otomatis dalam setiap transaksi
Jual-Beli dalam Pasar Forex.

-Transaksi Beli / BUY / LONG = “membeli Base sekaligus menjual Quotes”
menggunakan harga Kurs Beli (Ask)
Transaksi Jual / SELL / SHORT=“menjual Base sekaligus beli Quotes”
menggunakan harga Kurs Jual (Bid)

 

Kurs Jual dan Kurs Beli (Bid & Ask)

Semua Kurs/nilai tukar mata uang itu selalu tersaji dalam dua harga, yaitu harga Kurs Jual (Bid) dan harga Kurs Beli (Ask), dimana pada umumnya
harga Kurs Jual (Bid) itu selalu lebih rendah daripada harga Kurs Beli (Ask)
Mengapa bisa begitu? Supaya tercipta SPREAD (selisih harga) yang menjamin bahwa pihak Perbankan akan selalu diuntungkan dalam setiap transaksi perdagangan forex/valuta asing.
(Sesuai dengan materi yang dulu pernah kita bahas bersama disini)

Kurs Jual (Bid)= harga yang ditawarkan oleh Perbankan/Broker untuk Membeli Transaksi Jual (SELL) yang anda lakukan dalam Pasar Forex

Kurs Beli (Ask)= harga yang ditawarkan oleh Perbankan/Broker untuk Menjual Transaksi Beli (BUY) yang anda lakukan dalam Pasar Forex

Spread/selisih harga antara Kurs Jual dan Kurs Beli itu berbeda-beda antara pihak Bank yang satu dengan Bank lainnya, juga berbeda-beda antara pihak Broker yang satu dengan Broker lainnya. Spread tersebut bisa berubah-ubah nilainya dalam sekejap, tergantung kebijakan/penawaran dari masing-masing Bank/Broker yang berkompetisi dalam Pasar Forex.

Diantara ratusan Bank dan Broker yang berkompetisi dalam Pasar Forex tersebut, ada beberapa Bank ataupun Broker besar yang berani memberi jaminan FIX-SPREAD, sebuah sistem yang menjamin bahwa dalam kondisi apapun yang terjadi, nilai SPREAD (selisih antara harga Kurs Jual & Kurs Beli) yang mereka tawarkan itu TIDAK AKAN BERUBAH alias TETAP.

*) salah satu Broker Besar yang menjamin FIX-SPREAD tersebut sudah ada Perwakilan nya di Indonesia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here