Aneka Tipe Order Dalam Forex

1
487

Aneka Tipe Order Dalam Forex

Order/perintah transaksi dalam trading forex itu dibagi 2 jenis yaitu Instant Execution dan Pending Order. Dalam bahasa kasarnya saat kita membeli barang kita bisa membeli barang itu secara langsung yang ada pada saat itu (Instant Execution) atau memesan barangnya terlebih dulu, alias inden (Pending Order).Karena dalam forex yang diharapkan bukan masalah ada tidaknya barang , melainkan perubahan nilainya maka , maka pesanan kita mengacu pada nilainya / harganya.

1. Instant Execution (BUY, SELL)

Ini adalah jenis order paling sederhana dalam trading, Instant execution artinya kita membeli / menjual / membuka posisi BUY / membuka posisi SELL pada harga saat ini yaitu harga yang berlaku pada market sekarang.

Misalnya, nih, harga/kurs jual untuk EUR/USD saat ini adalah 1.3315 dan harga beli adalah 1.3317. Jika ingin membeli EUR/USD di pasar, maka kita akan membelinya di harga 1.3317. Kita klik tombol order BUY dan platform trading kita secara otomatis akan mengeksekusinya pada harga tersebut.

2. Pending Order

  • Order Limit
    Ini adalah order yang dapat kita gunakan untuk inden BUY di bawah harga market (BUY LIMIT) atau inden SELL di atas harga market (SELL LIMIT), pada harga tertentu yang kita kehendaki.

 

Contohnya, EUR/USD saat ini tengah diperdagangkan di harga 1.1320. Kita yakin bahwa EUR/USD akan naik saat harga telah mencapai angka 1.1305. Kita bisa memilih:

  1. Menunggu di depan komputer sampai akhirnya pair tersebut menyentuh harga 1.1305, lalu klik order BUY (Instant Execution)
    Atau…
  2. Kita bisa memasang order BUY LIMIT pada 1.1305, kemudian kita bisa tinggal melakukan aktivitas lainnya.

Dengan adanya sistem Order Limit, platform trading kita akan dengan otomatis mengeksekusi order BUY pada harga yang kita kehendaki, sesuai dengan harga terbaik yang disediakan oleh pasar.

  • Order Stop
    Order ini adalah kebalikan dari Order Limit. Gunanya untuk memesan transaksi BUY di atas harga market (BUY STOP) atau SELL di bawah harga market (SELL STOP), pada harga tertentu yang kita inginkan.

 

Misalnya saja USD/CAD saat ini sedang diperdagangkan pada harga 1.3345 dan saat ini sedang bergerak turun. Jika kita yakin harga akan lanjut turun terus setelah mencapai harga 1.3310, maka kita bisa mengatur order SELL STOP pada harga 1.3310 tersebut lalu kita bisa tinggal tidur atau pergi, karena saat kurs USD/CAD mencapai harga 1.3310 maka Platform Trading kita akan secara otomatis mengeksekusi Order SELL yang kita inden tadi.

3. Order Likuidasi/Menutup Transaksi

  • Order Take Profit
    Order ini adalah perintah agar Platform Trading kita secara otomatis menutup transaksi dalam keadaan untung, sesuai dengan target harga yang kita kehendaki.

Contoh: Kita yakin bahwa pair USD/JPY yang saat ini berada di harga 102.50 akan naik hingga 102.80, lalu kita klik BUY (instant execution) dan kita pasangi Order Take Profit di harga 102.80. Ternyata 15 menit kemudian, kurs USD/JPY bergerak naik ke 102.80, maka Platform Trading kita akan langsung menutup/likuidasi Order BUY kita tadi dalam keadaan untung/profit +30 pips.

  • Order Stop Loss
    Order ini adalah tipe order untuk otomatis menutup transaksi dalam keadaan rugi pada platform trading dengan tujuan untuk mencegah kerugian semakin parah, ketika harga bergerak di luar perkiraan. Karena itu, penting bagi kita untuk mengingat order ini.

 

Contoh: pair USD/CAD yang tadinya kita harapkan akan lanjut turun setelah mencapai harga 1.3310 , ehh, ternyata setelah mencapai harga 1.3305, pergerakan pair itu malah langsung berbalik dan melesat naik ke 1.3365 dalam sekejap. Untunglah tadi kita sempat memasang Order Stop-Loss di harga 1.3320 sehingga kita hanya membatasi rugi/LOSS -10 pip saja, daripada harus menderita rugi/LOSS -55 pips.

  • Order Trailing-Stop
    Order Trailing-Stop adalah tipe Order Stop Loss yang bisa bergerak secara otomatis mengamankan transaksi BUY atau SELL kita dalam kondisi market yang sangat fluktuatif.

 

Contoh:
misalnya kita order SELL pair USD/JPY di angka 102.70, dengan Stop-Loss pada harga 102.90, dan Take Profit dengan Trailing-Stop 20 pips. Ketika harga bergerak turun dan menyentuh angka 102.50, maka order Trailing-Stop kita akan jadi aktif dan membuat Stop Loss kita secara otomatis berpindah menjadi 102.70. Lalu saat harga USD/JPY turun lagi ke 102.49 maka trailing stop akan menggeser Stop Loss kita ke 102.69, saat harga USD/JPY turun lagi ke 102.48 maka trailing stop akan menggeser Stop Loss kita ke 102.68, begitu seterusnya.

Kelemahan Trailing Stop ini adalah hanya bisa terpicu (aktif) saat Posisi Transaksi Jual/Beli kita sudah berjalan dalam profit (floating plus) yang nilai pips-nya menyamai level pips dari Trailing Stop yang kita inputkan.

Dengan order Trailing-Stop, Transaksi kita akan tetap terbuka selama harga tidak bergerak melawan 20 pip yang sebelumnya telah kita tentukan pada order Trailing-Stop. Begitu harga menyentuh Trailing-Stop kita, maka order Stop-Loss akan terpicu dan transaksi kita akan ditutup secara otomatis dalam keadaan profit sedikit atau BEP (impas).

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here